
Photo
JawaPos.com − Ada lima wakil ganda putra dalam Thailand Open I. Hal itu menyusul Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin yang masuk drawing utama.
Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin beruntung karena ganda putra Jepang plus Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo mundur dari turnamen.
Hanya, hasil drawing tidak begitu menguntungkan bagi skuad Merah Putih. Sebab, ada empat pasang yang saling bertemu di babak pertama. Cuma Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto yang terhindar dari bentrok sesama pemain Indonesia.
Baca Juga: Eks Pemain Nasional Agripinna Tak Jujur Soal Aksi Judi Bulu Tangkis
FajRi −julukan Fajar/Rian− berada di bagan undian atas bersama para juniornya. Pada babak pertama, mereka akan menghadapi wakil Thailand Nipitphon Phuangphuapet/Tanupat Viriyangkura terlebih dahulu.
Kemudian, mereka akan bertemu pemenang pertandingan antara M. Shohibul Fikri/Bagas Maulana vs Leo/Daniel.
Sementara itu, Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan berada di bagan undian bawah. Pada babak pertama, The Daddies −julukan Hendra/Ahsan− akan menghadapi Pramudya Kusumawardana/Yeremiah Erich Yoche Yavoc Rambitan.
Pelatih ganda putra Herry Iman Pierngadi mengatakan, ini merupakan kesempatan yang baik bagi pemain muda untuk uji kemampuan. Sebab, ini kali pertama mereka turun pada pertandingan level super 1.000.
Memang saat di pelatnas mereka sudah sering bertemu pemain level atas seperti The Minions dan The Daddies. Itu juga jadi keuntungan mereka dalam skuad ganda putra Indonesia.
’’Mereka harus mencoba sampai mana kekurangan dan kelebihan masing-masing. Kali ini mencoba menghadapi pemain level dunia yang dari luar Indonesia dan itu tentu beda dengan latihan,’’ kata Herry IP kepada Jawa Pos.
Meski banyak yang harus bertemu pada laga awal, Herry IP berharap bisa mewujudkan all Indonesian final. Kesempatan besar berada di tangan FajRi dan The Daddies. Sebelum itu, Herry IP mewanti-wanti agar fokus di laga-laga awal.
’’Dua-duanya (The Daddies dan FajRi, Red) punya peluang (juara). Jangan lupa, masih ada Korea Selatan dan Malaysia,” ucap Herry IP. ’’Yang krusial justru pada babak kedua dan ketiga. Kalau itu bisa lewat, feeling saya bisa all Indonesian finals,’’ ucap pelatih berjuluk Naga Api itu.
Setelah sepuluh bulan tanpa pertandingan, Herry IP menyebut kondisi ini cukup tricky bagi pemain. Dalam sesi uji lapangan kemarin, mereka melakukan adaptasi yang nantinya memengaruhi strategi.
’’Sekaligus untuk mengetahui arah angin. Mana lapangan yang menang dan yang kalah angin. Ada lima pasangan, kalau main dua lawan dua terus, ada pasangan yang tidak main. Jadi, variasi dua lawan tiga. Semua pemain bisa mencoba bermain di tempat pertandingan,’’ tutur Herry IP.
Di sisi lain, Rian antusias menjalani laga perdana besok. Kemarin, untuk kali pertama, mereka menjajal lapangan di Impact Arena, Bangkok. Soal kesempatan menembus final, dia tidak terlalu memikirkan terlalu jauh.
’’Fokus step-by-step dulu. Final itu nanti. Kan masih harus menghadapi babak pertama lalu berikutnya. Dihadapi tiap pertandingan sebaik mungkin,’’ ucap Rian.
Persaingan kali ini memang lebih longgar, Rian tidak ingin terlalu percaya diri. Apalagi, sudah sepuluh bulan tidak ada pertandingan internasional.
’’Semua pemain perlu kami waspadai karena sudah lama tidak bertanding. Kami juga tidak tahu perkembangan lawan seperti apa. Jadi, memang harus selalu siap tiap match,’’ imbuh pemain asal Bantul, Jogjakarta, tersebut.
Jadwal Ganda Putra
Selasa (12/1)
Fajar Alfian/M. Rian Ardianto vs Nipitphon Phuangphuapet/Tanupat Viriyangkura (Thailand)
M. Shohibul Fikri/Bagas Maulana vs Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin
Rabu (13/1)
Pramudya Kusumawardana/Yeremiah Erich Yoche Yavoc Rambitan vs M. Ahsan/Hendra Setiawan

Prediksi Skor Kolombia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Misi Los Cafeteros Lolos 16 Besar, Siap Kirim Pulang Wakil Afrika
Prediksi Skor Australia vs Mesir di 32 Besar Piala Dunia 2026: The Pharaohs Menang Tipis Lewat Duel Sengit
Prediksi Skor Kanada vs Maroko di Piala Dunia 2026: Singa Atlas Lebih Diunggulkan, Mampukah Les Rouges Balas Dendam?
Prediksi Skor Paraguay vs Prancis di 16 Besar Piala Dunia 2026: Ujian Konsistensi si Biru
Penjelasan Gol Offside Kroasia ke Gawang Portugal! Keputusan Kontroversial di 32 Besar Piala Dunia 2026
Brasil vs Norwegia: Memori 1994 dan 1998, Misi Balas Dendam Generasi Emas Erling Haaland di Piala Dunia 2026
Kisah Renato Veiga, Bek Timnas Portugal yang Tumbuh di Maroko hingga Memilih Memeluk Agama Islam
Prediksi Skor Australia vs Mesir: Bursa Taruhan Unggulkan The Pharaohs, Opta Hanya Jagokan Socceroos 46 Persen
Prediksi Skor Argentina vs Tanjung Verde: Bursa Taruhan Jagokan Albiceleste, Opta Beri Peluang Menang Lebih dari 80 Persen
Prediksi Skor Australia vs Mesir di Piala Dunia 2026: Menanti Kejutan Satu-satunya Wakil Asia
