Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 4 Oktober 2020 | 23.14 WIB

Tiga Kali Jatuh, Sang Juara Dunia Bangkit, Hajar Brutal, dan Menang KO

Jose Zepeda right, stands over Ivan Baranchyk after landing the punch that led to a fifth-round KO in the main event of Saturday - Image

Jose Zepeda right, stands over Ivan Baranchyk after landing the punch that led to a fifth-round KO in the main event of Saturday

JawaPos.com-Mudah sekali untuk meletakkannya sebagai pertarungan terbaik tahun ini. Begitu tulis ESPN mengomentari duel antara Jose Zepeda melawan Ivan Baranchyk di MGM Grand Conference Center, Las Vegas hari ini (4/10).

Zepeda dan Baranchyk total delapan kali saling mengirimkan lawannya ke kanvas. Pertarungan terjadi begitu brutal dan sadis. Tetapi, melalui sebuah pukulan tangan kiri yang sempurna pada ronde kelima, Zepeda sekali lagi membuat Baranchyk mencium kanvas.

Petinju asal Belarusia itu tergeletak di lantai selama beberapa menit. Untung saja, dia tidak kehilangan kesadaran dan mampu bangkit untuk berjalan keluar ring.


Kemenangan ini membuat Zepeda berhasil mempertahankan gelar juara dunia WBC kelas welter ringan. Dia mencatat rekor 33 menang, 2 kalah, dan 2 no contest. Sebanyak 26 pertarungan, sukses Zepeda menangkan dengan cara KO.

"Ini salah satu pertarungan terbaik yang pernah saya saksikan setelah (George) Foreman-(Ron) Lyle. Murni dan sederhana," cuit promotor kawakan Bom Arum di Twitter.

Pertarungan berjalan dengan brutal sejak ronde pertama. Sebuah hook kiri dari Baranchyk membuat Zepeda jatuh ke kanvas. Petinju Amerika Serikat berdarah Meksiko tersebut mampu cepat bangkit. Tetapi lagi-lagi hook kiri Baranchyk mendarat mulus ke muka dan bikin Zepeda tumbang.

Start luar biasa pada ronde pertama seakan membuat Baranchyk mudah untuk memenangkan pertarungan. Tetapi ternyata laga berjalan tidak gampang. Pada ronde kedua, Zepeda membalas dan mengirim Baranchyk jatuh untuk kali pertama.

Baranchyk tak menyerah. Sebuah pukulan tangan kanan keras membuat Zepeda jatuh ke kanvas untuk kali ketiga. Ini hal yang dahsyat. Sebab pertarungan baru berjalan dua ronde.

Ronde ketiga menjadi fase kebangkitan bagi Zepeda. Petarung berusia 31 tahun tersebut menemukan ritme untuk menahan power besar dan mentah milik Baranchyk.

Memang, Baranchyk adalah petarung yang lebih kuat dan punya energi yang lebih besar. Namun, Zepeda memiliki keunggulan teknik. Dan itulah yang dia manfaatkan untuk meraih kemenangan KO pada ronde kelima.

Editor: Ainur Rohman
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore