
Selebrasi para pemain timnas Futsal Indonesia usai kalahkan Jepang di semifinal AFC Futsal Asian Cup 2026 di Indonesia Arena, Senayan, Jakarta, Kamis (5/2/2026). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Pelatih Timnas Futsal Indonesia, Hector Souto, angkat bicara mengenai keberhasilannya membawa skuad Garuda mengalahkan Jepang di semifinal Piala Asia Futsal 2026. Ia jadi sosok kunci yang membuat Garuda ke final dan cetak sejarah besar.
Timnas Futsal Indonesia secara luar biasa mampu mengalahkan Jepang di semifinal. Tim besutan Hector Souto menang dengan skor 5-3 dalam pertandingan penuh drama di Indonesia Arena, Jakarta, pada Kamis (5/2).
"Jadi pertama-tama, saya ingin mempersembahkan kemenangan ini kepada pacar saya yang merawat bayi saya di Spanyol. Dan sangat sulit untuk jauh dari keluarga. Itulah mengapa saya menangis," kata Souto dalam jumpa pers pascalaga.
"Dan yah, saya pikir pertandingannya sulit. Benar-benar sulit seperti yang saya duga. Dan saya katakan bahwa kita harus bermain sempurna," tambahnya.
Kemenangan Timnas Futsal Indonesia berlangsung dengan penuh drama. Garuda mampu berkali-kali unggul, termasuk yang pertama kali pada menit ke-12 lewat Samuel Eko. Gol itu juga membuat Garuda unggul 1-0 pada babak pertama.
Di babak kedua, Timnas Futsal Indonesia sempat berhasil menggandakan keunggulan jadi 2-0 atas Jepang. Semua berkat gol bunuh diri Takehiro Motoishi yang salah mengantisipasi bola tendangan Ardiansyah Nur.
Tapi, Jepang menolak menyerah. Pasukan Kensuke Takahashi seketika bangkit dengan mencetak dua gol sekaligus, masing-masing lewat Takehiro Motoishi (30') dan Kazuya Shimizu (34'), untuk membuat skor berubah jadi 2-2.
Menurut Souto, keberhasilan Jepang melakukan comeback karena kelengahan para pemain Indonesia saat unggul. Iqbal Iskandar dan kolega disebut Souto merasa kedudukan 2-0 sudah aman, sehingga Jepang mampu menyamakan kedudukan.
"Saya pikir kita bermain sangat baik di babak pertama. Dan di babak kedua, saya meminta para pemain untuk bermain lebih agresif, lebih banyak menguasai bola dan menciptakan peluang dan kami bermain sangat langsung," terang Souto.
"Saya pikir dalam pikiran mereka, 2-0 sudah cukup. Dan melawan Jepang, Iran, dan tim-tim kuat lainnya, itu tidak pernah cukup. Dan kami baru mulai bermain lagi setelah skor 2-2. Kami kembali dengan perasaan kami. Kami mengubah beberapa detail taktik yang memberi kami gol ketiga," imbuh dia.
Setelah kedudukan 2-2, permainan Indonesia memang terasa hidup lagi. Firman Ardiansyah mampu mencetak gol ketiga Garuda lewat tendangan concong di menit ke-38.
Tapi, kemenangan di depan mata Indonesia sirna saat 30 detik terakhir. Jepang dapat penalti setelah Iqbal melakukan handball dan Shimizu mencetak gol penyama kedudukan jadi 3-3 sehingga pertandingan harus berlanjut ke extra time.
Pun begitu, menurut Souto permainan Timnas Futsal Indonesia masih bagus saat extra time. Buktinya Garuda mampu mencetak gol lagi lewat Reza Gunawan (44'), yang mengguncang Jepang.
Hingga akhirnya Dewa Rizki (47') menambah keunggulan Timnas Futsal Indonesia sekaligus menutup pertandingan dengan kemenangan 5-3 atas Jepang.

Kronologi Beckham Putra Nyaris Bersitegang dengan Penonton usai Laga Indonesia vs Mozambik
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Shin Tae-yong Bajak Staf Persebaya Surabaya, Gerbong Eks Timnas Indonesia Bisa Diboyong ke Persija Jakarta
8 Pertanyaan Pribadi yang Tidak Boleh Ditanyakan Pada Orang Lain, Tidak Peduli Seberapa Baik Mereka Mengenal Seseorang Menurut Psikolog
Harga BBM Pertamina Terbaru: Pertamax Naik Jadi Rp 16.250 per Liter Mulai 10 Juni 2026
Viral Investor MBG Ngamuk di Kantor BGN, APGI 3T Sebut Aksi Spontan Atas Potensi Kerugian Rp 1,8 Triliun
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Timnas Afrika Selatan di Piala Dunia 2026: Daftar Lengkap Skuad, Statistik, dan Jadwal Pertandingan
Resmi! 9 Pemain Persebaya Surabaya Hengkang, Era Baru Bernardo Tavares Dimulai dengan Cuci Gudang
