Ganda putri Indonesia Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari. (ANTARA)
JawaPos.com - Lima wakil Indonesia masih bertahan dan akan melanjutkan perjuangan mereka di perempat final BWF World Tour Super 1000 Malaysia Open 2026 di Axiata Arena, Kuala Lumpur, Jumat, dikutip dari ANTARA.
Persaingan dipastikan makin ketat seiring fase delapan besar yang mempertemukan para unggulan. Berdasarkan jadwal pertandingan, perjuangan Indonesia akan dibuka oleh pasangan ganda putri Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari yang menghadapi mantan pasangan nomor satu dunia asal Korea Selatan, Baek Ha-na/Lee So-hee.
Secara rekor pertemuan, Ana/Trias kalah pada perjumpaan pertama di Denmark Open 2025 dengan skor 14-21, 21-16, 16-21. Meski demikian, pasangan Indonesia datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah untuk pertama kalinya dalam lima pertemuan mampu menumbangkan ganda putri tuan rumah Pearly Tan/Thinaah Muralitharan 26-24, 21-17 di babak sebelumnya.
Laga wakil Indonesia berlanjut pada sesi sore melalui sektor tunggal putri. Putri Kusuma Wardani akan menghadapi ujian berat saat menantang unggulan kedua asal China Wang Zhi Yi. Putri belum pernah mencatat kemenangan dari enam pertemuan melawan Wang sejak level junior.
Kendati demikian, Putri sebelumnya menyatakan tekadnya untuk terus mendobrak dominasi pemain papan atas dunia sebagai bagian dari proses peningkatan performa.
Dari sektor tunggal putra, Jonatan Christie dijadwalkan bertemu pebulu tangkis Jepang Kodai Naraoka. Pertandingan ini diprediksi berlangsung ketat mengingat gaya permainan reli Naraoka. Namun, Jonatan memiliki catatan positif setelah selalu menang straight game dalam dua pertemuan terakhir, sekaligus memperkecil rekor pertemuan menjadi 2-5.
Dua partai penutup wakil Indonesia melibatkan sektor ganda putra. Pasangan Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri kembali berjumpa dengan unggulan ketiga asal India Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty.
Fajar mengakui pasangan India itu memiliki kecepatan dan kekuatan yang menjadi tantangan utama. Ia berharap dapat membalas kekalahan yang dialami pada fase grup BWF World Tour Finals 2025.
Laga terakhir mempertemukan pasangan nonpelatnas Indonesia Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani dengan ganda putra andalan tuan rumah Aaron Chia/Soh Wooi Yik. Pertandingan ini sarat gengsi setelah Sabar/Reza sempat menggagalkan ambisi Chia/Soh pada SEA Games 2025.
Meski demikian, pasangan Malaysia memiliki modal kemenangan atas Sabar/Reza pada French Open 2025. Secara rekor pertemuan, pasangan Indonesia unggul dengan empat kemenangan dari lima laga.
Berikut jadwal wakil Indonesia di perempat final Malaysia Open 2026:
08.50 WIB – Ganda putri: Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari vs Baek Ha-na/Lee So-hee (Korea Selatan)
14.00 WIB – Tunggal putri: Putri Kusuma Wardani vs Wang Zhi Yi (China)
15.40 WIB – Tunggal putra: Jonatan Christie vs Kodai Naraoka (Jepang)
17.20 WIB – Ganda putra: Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri vs Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty (India)
19.00 WIB – Ganda putra: Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani vs Aaron Chia/Soh Wooi Yik (Malaysia)

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
