
Musyawarah Nasional (MUNAS) IV diselenggarakan oleh Surabaya Comunity yang berlangsung di Parle Senayan, Jakarta, Sabtu (29/11). (Dok. Sby Community)
JawaPos.com – Musyawarah Nasional (MUNAS) IV diselenggarakan oleh Surabaya Comunity yang berlangsung di Parle Senayan, Jakarta, Sabtu (29/11). Momen itu juga sekaligus menandai usia ke-19.
Acara yang dihadiri sekitar 300 anggota dari berbagai daerah ini mengusung tema “Sinergi Arek Rantau: Satu Hati Menuju Kejayaan Bersama”, serta turut dihadiri Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji. Momen ini dijadikan sebagai tonggak penting bagi organisasi perantau asal Surabaya yang kini telah resmi berbadan hukum sebagai Organisasi Masyarakat (Ormas).
Ketua Umum Surabaya Community Deddy Harnoko Sucahyo "Cak Koko" bersama Dewan Pembina Lies Hartono "Cak Lontong" menegaskan bahwa MUNAS IV bukan sekadar agenda seremonial, melainkan langkah strategis memperkuat arah organisasi.
Sejak didirikan pada 2006, Surabaya Community berkembang dari wadah silaturahmi menjadi jaringan besar arek-arek Surabaya di perantauan, dengan pusat di Jakarta serta cabang di berbagai kota dan luar negeri. Nilai-nilai khas Surabaya—wani, berani, konsisten, dan pantang menyerah—terus menjadi energi utama yang menggerakkan komunitas ini.
Suasana penuh antusias terlihat sejak awal rangkaian pembukaan. Para peserta hadir dari Sabang sampai Merauke, mencerminkan eratnya ikatan emosional sesama perantau. Meski ruang pertemuan tak mampu menampung seluruh pendaftar, jalannya acara tetap berlangsung tertib, khidmat, dan sesuai AD/ART. MUNAS IV membahas laporan pertanggungjawaban pengurus, pemilihan ketua umum baru, penetapan dewan pembina, serta penyegaran AD/ART untuk mempertegas prinsip netralitas politik.
“Anggota boleh punya pilihan politik masing-masing, tetapi pengurus wajib netral. Ini komitmen agar organisasi tetap bersih dan inklusif,” tegas Cak Koko yang juga salah satu pendiri SC.
Dikatakannya, komunitas ini juga menunjukkan kontribusi nyata melalui program sosial, hiburan, dan pemberdayaan ekonomi. "Banyak anggotanya yang merintis usaha di kawasan Blok M dan Senen, sementara program pelatihan seperti sertifikasi sopir bus dan alat berat digelar untuk membuka kesempatan kerja baru. Di tingkat internasional, SC telah memiliki cabang resmi di Amsterdam dan Tokyo, bahkan bersiap menjalin kedekatan dengan komunitas “Kampung Surabaya” di Philadelphia," ucap Cak Koko.
Cak Koko melanjutkan, di manapun ada arek-arek Suroboyo, pihaknya akan hadir membawa semangat juang dan budaya kota pahlawan.
Seiring bertambah usia, Surabaya Community meneguhkan komitmen regenerasi kepemimpinan. Para pendiri yang dahulu membangun komunitas ini saat berusia 20–30 tahun berharap generasi muda siap melanjutkan estafet organisasi dengan profesional dan berdampak lebih luas.
Dengan keanggotaan lebih dari 10.000 orang, SC membuka diri bagi siapa pun yang memiliki ikatan dengan Surabaya—entah pernah tinggal, memiliki keluarga, atau sekadar mencintai budaya dan kulinernya. Nilai-nilai perjuangan, solidaritas, dan kerakyatan menjadi fondasi yang terus dijaga.
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi turut menyampaikan selamat ulang tahun ke-19 dan apresiasi atas pelaksanaan MUNAS IV. Ia menilai Surabaya Community memiliki peran istimewa dalam menjaga kebersamaan warga Surabaya di perantauan, baik di dalam maupun luar negeri. Ia berharap ketua umum terpilih mampu menjaga sejarah, memperkuat seduluran, dan membawa organisasi berkembang semakin besar.
“SC bukan organisasi tanpa arah. Dengan manajemen yang baik, komunitas ini akan semakin memberi manfaat dan mengharumkan nama Surabaya,” pesannya.
Wakil Wali Kota Armuji menambahkan doa dan harapannya agar Surabaya Community terus berkembang menjadi komunitas yang elegan, rukun, dan diterima semua kalangan. Ia menyebut perayaan HUT ke-19 dan pelaksanaan MUNAS IV sebagai bukti eksistensi positif arek-arek Suroboyo di tanah rantau. Semangat seduluran, kata Armuji, harus terus dijaga sebagai jati diri warga Surabaya.
Dengan mengusung semboyan “Salam Seduluran Sampek Matek” dan “Satu Hati Satu Roso”, Surabaya Community meneguhkan diri sebagai wadah pelestarian budaya Surabaya sekaligus perekat persatuan bangsa. Di usia 19 tahun, organisasi ini melangkah dengan optimisme baru untuk memberi manfaat lebih besar bagi Indonesia dan dunia.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
