Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 26 September 2025 | 00.28 WIB

Musim Hockey Dimulai: Tradisi Unik NHL, Perkelahian Justru Boleh dan Dianggap Bagian dari Permainan

Permainan Hockey (Dok. Nytimes.com)

JawaPos.com - Musim reguler National Hockey League (NHL) 2025–2026 resmi dimulai pada 7 Oktober dengan tiga laga pembuka yang langsung menyedot perhatian. Florida Panthers, sang juara bertahan, menjamu Chicago Blackhawks sambil mengangkat banner Stanley Cup mereka. 

Di waktu yang sama, Pittsburgh Penguins bertandang ke markas New York Rangers, dan Colorado Avalanche menghadapi Los Angeles Kings di Crypto.com Arena.
 
Tapi bukan cuma soal skor dan strategi. Hockey punya satu tradisi yang bikin olahraga ini beda dari yang lain, yaitu pemainnya boleh berselisih secara fisik di tengah pertandingan. Bukan pelanggaran, bukan skandal, tetapi justru dianggap bagian dari permainan.
 
 
Dalam NHL, perkelahian antar pemain, yang dikenal sebagai “fighting”, telah diatur secara resmi lewat Rule 46. Wasit akan membiarkan dua pemain bertarung beberapa detik sebelum dipisahkan. 
 
Hukumannya? Cuma penalti lima menit di kotak penalti. "Fighting bukan soal kekerasan, tapi soal menjaga kehormatan tim," tulis Travis Strauss dalam ulasan sejarah olahraga di Ice Hockey Central.
 
Tradisi ini berakar dari era awal hockey di Kanada, saat permainan masih minim aturan dan penuh kontak fisik. Perkelahian jadi cara alami untuk menyelesaikan konflik. Lama-lama, fighting berkembang jadi semacam “kode etik tak tertulis” antar pemain, ketika ada yang main kasar, siap-siap dihampiri.
 
Beberapa tim bahkan punya pemain khusus yang disebut “enforcer.” Mereka bukan pencetak gol utama, tapi bertugas melindungi rekan satu tim dan menghadapi lawan yang bermain kotor. “Enforcer adalah simbol loyalitas dan keberanian,” tulis ESPN dalam laporan tentang peran mereka di era modern.
 
Meski fighting masih diperbolehkan, tren ini mulai bergeser. Data dari CBC Sports menunjukkan bahwa jumlah perkelahian dalam pertandingan NHL menurun drastis dalam satu dekade terakhir. 
 
Pada musim 2010–2011, tercatat lebih dari 500 insiden fighting. Tapi di musim 2024–2025, jumlahnya hanya sekitar 200.
 
"Kami tidak menghapus fighting, tapi kami tidak lagi menjadikannya pusat dari permainan," ujar Komisaris NHL Gary Bettman dalam wawancara dengan media lokal.
 
Meski begitu, fighting tetap jadi daya tarik tersendiri bagi penonton. Banyak fans yang justru menunggu momen berselisih sebagai klimaks pertandingan. “Itu bagian dari budaya hockey. 
 
Kalau kamu tumbuh besar di Kanada atau Minnesota, kamu tahu itu bukan hal aneh,” tulis jurnalis olahraga dari The Athletic dalam ulasan budaya hockey di Amerika Utara.
 
Dengan musim baru yang sudah resmi dimulai dan para pemain kembali meluncur di atas es, tradisi berselisih di tengah laga tetap jadi bagian dari permainan. Di dunia hockey, itu bukan pelanggaran, tetapi itu warisan budaya yang masih dipertahankan.
 
Editor: Candra Mega Sari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore