Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 8 September 2025 | 16.54 WIB

Gara-gara Rivan Nurmulki dan Dimas Saputra Tak Hadir, Soedirman Cup 2025 di Pacitan Berakhir Ricuh hingga Aksi Pembakaran

Turnamen bola voli Soedirman Cup 2025 di Pacitan berakhir ricuh hingga terjadi aksi pembakaran. (Istimewa/Radar Madiun)

 

JawaPos.com – Kericuhan besar terjadi dalam partai grand final turnamen bola voli Soedirman Cup 2025 di kawasan Monumen Jenderal Soedirman, Desa Pakis Baru, Kecamatan Nawangan, Pacitan, Minggu (7/9) dini hari WIB.

Dalam rekaman video amatir yang beredar, tampak ribuan penonton yang memadati arena merusak dan membakar pamflet, lampu, kamera CCTV, hingga panggung utama. Api sempat membesar sebelum berhasil dipadamkan.

Berdasarkan laporan Jawa Pos Radar Madiun, Camat Nawangan, Sukarwan, menyebut kericuhan mulai terasa sejak setengah set pertama. Ia menyebut pemicunya adalah tidak adanya dua pemain bintang nasional yang sudah dijanjikan panitia. Pemain yang dimaksud adalah Rivan Nurmulki (Restu Putra Gunungkidul) dan Dimas Saputra Pratama (KWK Genk Ponorogo).

“Banyak penonton datang dari luar daerah hanya untuk menyaksikan mereka. Karena kecewa, akhirnya penonton merusak perangkat pertandingan,” jelas Sukarwan.

Aksi pembakaran di turnamen voli Soedirman Cup 2025 di Pacitan. (ist)

Meski kericuhan pecah, Sukarwan menegaskan fasilitas milik pemerintah maupun pedagang sekitar monumen tetap aman. “Hanya perangkat pertandingan yang dirusak. Fasilitas monumen tidak ada yang terdampak,” tegasnya.

Sementara Kapolsek Nawangan, Iptu Yuyun Krisdiantoro, menjelaskan bahwa awalnya pertandingan voli putri antara Badak Kulon dan Wikandi berlangsung aman hingga selesai. Panitia kemudian menggelar pengundian hadiah sebelum pertandingan voli putra Restu Putra melawan KWK Gank dimulai sekitar pukul 00.00 WIB.

Namun, insiden baru terjadi pada set pertama ketika skor 8–6 untuk KWK Gank. Wasit menghentikan laga untuk melakukan tinjauan VAR. Proses itu memakan waktu lama memicu kekecewaan penonton.

"Sejumlah penonton melempar botol air mineral ke lapangan. Suasana kian memanas hingga pertandingan terpaksa dihentikan,” tutur Yuyun.

Kericuhan pun tak bisa dicegah. Massa yang diperkirakan mencapai 7.000 orang semakin emosi. Mereka bahkan sampai membakar pamflet, kamera CCTV, lampu, hingga panggung utama. Kerugian ditaksir mencapai Rp 100 juta. 

’’Berdasarkan keterangan panitia, penonton juga merasa tertipu karena pemain nasional Rivan Nurmulki yang dijanjikan hadir di grand final ternyata tidak tampil,’’ tambah Yuyun.

Massa baru mulai membubarkan diri sekitar pukul 02.45 WIB. Situasi berangsur kondusif pada Minggu pagi. Aparat keamanan masih melakukan pemantauan di sekitar lokasi kejadian.

Editor: Edi Yulianto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore