
Driver Mercedes F1 Team Kimi Antonelli (Dok. F1)
Jawapos.com - Formula 1 (F1) akan memasuki seri Belanda setelah libur musim panas usai. Pembalap Rookie Kimi Antonelli sedang dalam sorotan di tengah naik turun performanya.
GP Belanda akan digelar di Sirkuit Zandvoort, Minggu (31/8) mendatang. Balapan ini akan menjadi seri pertama usai jeda musim panas sekaligus pembuka paruh kedua musim.
Pembalap pendatang baru Kimi Antonelli tengah dalam perbincangan publik menyusul penampilan yang ia tunjukkan di paruh musim perdananya.
Kimi promosi ke F1 dan membalap untuk Mercedes F1 Team dengan banyak ekspektasi di belakangnya. Terlebih, ia mengisi kursi yang ditinggalkan pemilik tujuh gelar juara dunia Lewis Hamilton.
Kendati menggebrak di seri pembuka GP Australia (16/3) dengan merangkak dari posisi 16 hingga finis di tempat keempat, penampilan Kimi tidak cukup stabil di balapan-balapan selanjutnya.
Pembalap 18 tahun ini meraih pole position di Kualifikasi Sprint GP Miami (3/5) dan merebut podium perdananya di GP Kanada (15/6), tetapi ia juga sudah empat kali tidak berhasil menyelesaikan balapan.
Terakhir, di seri Hungaria (3/8) ia akhirnya mampu meraih angka dengan merebut posisi sepuluh usai tiga balapan sebelumnya gagal mencetak poin.
Kimi menyadari dampak dari insiden yang dialaminya saat sesi latihan bebas di GP Italia musim lalu cukup memengaruhinya. Kejadian tersebut membuatnya terlalu bermain aman dan tidak berani menyentak di sirkuit.
Menyadari hal tersebut, Direktur Teknik Mercedes F1 Team James Allison mengungkap dirinya dan tim selama ini telah berupaya mendorong Kimi untuk percaya pada kemampuannya.
"Kami membicarakan ini secara internal. Kejadian di (sirkuit) Monza sedikit menjadi penghalang untuknya (Kimi). Saya kira itu yang membuatnya memiliki tingkat kehati-hatian yang tinggi di trek," tutur James seperti dikutip dari laman F1.
"Kami telah mendorongnya untuk percaya pada bakatnya: 'Kamu bisa mengandalkannya lebih dari apa yang kamu kira'. Ketika dia mendapatkan kepercayaan diri untuk melakukan itu, dia akan menemukan dirinya lebih cepat selama balapan," sambungnya.
Saat ini, Kimi masih memimpin di klasemen Rookie. Ia duduk di peringkat tujuh klasemen sementara dengan raihan 64 poin.
Di atasnya, terdapat duo Ferarri yang membatasi dirinya dengan rekan setim, George Russell. Pembalap Inggris tersebut telah mengumpulkan 172 poin dengan diantaranya hasil dari satu kemenangan dan lima podium.
Memiliki senior di tim seperti George, kata James, dapat menjadi keuntungan tersendiri bagi Kimi. Dengan standar tinggi yang ditetapkan oleh pembalap 27 tahun itu membuat Kimi memiliki sosok yang dapat dicontoh.
"George memasang standar yang sangat tinggi. Ini adalah masa yang baik bagi Kimi dengan memiliki seseorang secepat George untuk dituju," terang James.

Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
Prediksi Skor PSMS Medan vs Port FC Piala Presiden 2026: Debut Bruno Moreira Usai Tinggalkan Persebaya Surabaya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kronologi Tewasnya Satpam Jatiluhur Purwakarta: Rekam Vandalisme hingga Tewas Terborgol
Prediksi Susunan Pemain PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Port Lions Masih Terlalu Digdaya!
Profil Fajar Listyantara, Legenda PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta yang Meninggal Dunia Akibat Gagal Ginjal
5 Bintang Sepak Bola yang Alami Kenaikan Nilai Pasar setelah Piala Dunia FIFA 2026
Prediksi PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Ujian Berat Ayam Kinantan Hadapi Sang Juara Bertahan
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Momentum Green Force Unjuk Gigi
