Kimi Antonelli. (Instagram @kimi.antonelli)
JawaPos.com – Kimi Antonelli, pembalap muda berusia 17 tahun, resmi menjalani debut Formula 1 bersama Mercedes musim ini. Keputusan tersebut sebenarnya sudah ia ketahui sejak 12 bulan lalu, setelah menjalani uji coba TPC pasca Grand Prix Belgia.
Dilansir dari laman Crash pada Selasa (12/8), Antonelli dipastikan menggantikan Lewis Hamilton di tim Silver Arrows, meski kepindahan ini baru diumumkan sebulan kemudian di Grand Prix Italia, yang diwarnai kecelakaan pada sesi latihan debutnya.
Selama masa persiapan, Antonelli menjalani berbagai tes menggunakan mobil Mercedes tahun 2021 dan 2022 di Red Bull Ring dan Imola.
Melalui program TPC, sesi latihan bebas FP1, dan uji pascamusim, ia menempuh jarak sekitar 9.000 kilometer di belakang kemudi mobil F1 sebelum debut di Grand Prix Australia. Antonelli menilai program ini penting untuk memahami prosedur, karakter mobil, dan membangun hubungan dengan tim.
Antonelli juga mendapatkan pelatihan menghadapi sorotan di luar lintasan, termasuk simulasi konferensi pers dan wawancara media yang dipandu petugas pers Mercedes.
Latihan ini membantunya menguasai bahasa tubuh dan kepercayaan diri saat berinteraksi dengan publik. Meski mengawali musim dengan lima finis enam besar dalam enam balapan pertama, ia mengalami penurunan performa di pertengahan musim Eropa, meski sempat meraih podium perdana di Kanada.
Baca Juga: Debut Kimi Antonelli di F1 Bersama Mercedes Dinilai Terlalu Dini dan Tergesa hingga Sulit Kompetitif
Pembalap asal Italia itu mengakui bahwa tekanan berlebihan, terutama di trek yang ia kenal, memengaruhi performanya. Ia menyadari pentingnya meluangkan waktu untuk diri sendiri demi menjaga kesegaran mental.
Antonelli menuturkan bahwa beberapa kesalahan di luar mobil membuatnya kelelahan dan kurang fokus saat balapan, khususnya pada rangkaian triple header di Eropa.
Jeda tiga minggu antara Grand Prix Inggris dan Belgia menjadi kesempatan penting bagi Antonelli untuk memulihkan diri.
Antonelli memanfaatkannya untuk menganalisis paruh pertama musim, memperbaiki kelemahan, dan menghabiskan waktu bersama keluarga serta teman. Menurutnya, waktu istirahat ini membuatnya kembali ke lintasan dengan motivasi yang lebih besar.
Antonelli menutup paruh pertama musim dengan hasil positif setelah kembali meraih poin di Hungaria.
Hasil ini menjadi modal berharga baginya untuk menghadapi sisa musim, sekaligus membuktikan bahwa proses adaptasi dan pengendalian tekanan mental merupakan kunci untuk bersaing di level tertinggi Formula 1.

Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
Prediksi Skor PSMS Medan vs Port FC Piala Presiden 2026: Debut Bruno Moreira Usai Tinggalkan Persebaya Surabaya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kronologi Tewasnya Satpam Jatiluhur Purwakarta: Rekam Vandalisme hingga Tewas Terborgol
Prediksi Susunan Pemain PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Port Lions Masih Terlalu Digdaya!
Profil Fajar Listyantara, Legenda PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta yang Meninggal Dunia Akibat Gagal Ginjal
5 Bintang Sepak Bola yang Alami Kenaikan Nilai Pasar setelah Piala Dunia FIFA 2026
Prediksi PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Ujian Berat Ayam Kinantan Hadapi Sang Juara Bertahan
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Momentum Green Force Unjuk Gigi
