
Sebanyak 1.430 peserta pencak silat mengadu jurus dalam perhelatan Indonesia Pencak Silat Championship ke 5, di GOR Ciracas, Ciracas, Jakarta Timur. (Istimewa)
JawaPos.com - Sebanyak 1.430 peserta pencak silat mengadu jurus dalam perhelatan Indonesia Pencak Silat Championship ke 5, di GOR Ciracas, Ciracas, Jakarta Timur. Event tahunan ini kembali menyaring bibit unggul terbaik diberbagai tingkatan pendidikan dan berasal dari seluruh provinsi di Indonesia.
Nuryanto selaku Ketua Panitia menjelaskan kini para peserta berasal dari 185 kontingen yang datang dari provinsi seperti, Banten, Maluku Utara, Jawa Timur,Jawa Barat, Sulawesi Tenggara, Gorontalo,Jawa tengah, Lampung, hingga Jayapura.
"Event ini merupaka uji coba untuk mereka anak anak mulai dari SD, SMP dan SMA untuk berprestasi dalam olahraga pencak silat. Event ini juga memperebutkan Piala Kemenpora dan sekaligus mencari atlet yang berprestasi,"katanya, Minggu (2/8).
Keberlanjutan IPSC disebut Andika tentunya akan lebih meriah. Kedepan ia menyebutkan event rutin ini akan digelar dengan peserta yang lebih banyak lagi.
"Harus selalu berlanjut. Dan saya berharap terus berkembang secara pesat. Kalau bisa, mungkin kita bisa ke ranah yang lebih besar. Karena ini kan ada 1.400, nanti itu kemungkinan November kita akan buat lagi. Tapi mungkin lebih banyak kuotanya, mungkin dua kali lipat, sekitar 3 ribuan,"katanya.
Dilain hal Porseda Risman selaku Ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Jakarta Timur mengatakan saat ini pencak silat sudah menjadi ekstrakurikuler disekolah. Oleh karenanya, pihaknya mempersiapkan dukungan pelatih dan wadah pencak silat.
"Kami baru saja melaksanakan penantaran pelatih kemarin, tujuannya adalah agar bisa melatih dengan benar. Bagaimana melatih dari usia dini sampai melatih yang dewasa. Jadi ada, sudah dilakukan penantaran,"katanya.
Menyoroti jalur prestasi yang bisa digunakan para siswa untuk mendaftar sekolah, perguruan tinggi bahkan mendaftar ditingkat TNI dan Polri, Porseda menilai sudah banyak contoh bahwa jalur prestasi bisa digunakan untuk mendaftar.
"Dari atlet-atlet kita juga yang masuk TNI misalnya, atau masuk ke Brimob tentunya, polisi, kemudiannya sekolah-sekolah negeri, itu sudah banyak. Jadi tentunya itu adalah bentuk dari penghargaan pemerintah terhadap atlet-atlet berprestasi pencak silat,"katanya.
Sementara itu, salah seorang peserta Aby Sakti mengaku telah melakukan sejumlah persiapan sebelum bertanding. Salah satunya, Aby selalu menjaga pola makan setiap hari.
"Basanya latihan 2 kali seminggu, dengan latihan tendangan, dan tekhnik tekhnik pertandingan. Dan yang penting itu, menjaga makan, dan istirahat yang cukup,"ujar siswa sekolah MI Ar-Rahmah, Perguruan Panca Sukma Sahbandar 1971 itu.
Aby kini tengah mengikuti pertandingan IPSC 5, Kategori Tanding Prestasi. Besar harapan nya untuk jebol menjadi juara umum pada IPSC ke 5 itu.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
