
Ilustrasi orang sedang olahraga angkat beban, guna mencegah diabetes yang berlebihan. (freepik)
JawaPos.com- Selain menjaga pola makan, olahraga menjadi bagian penting dalam pola hidup sehat untuk diabetesi (penderita diabetes). Berolahraga secara teratur dapat membantu mengontrol kadar gula darah, menurunkan tekanan darah, memperbaiki sirkulasi darah, hingga meningkatkan kesehatan jantung.
Tidak hanya itu, aktivitas fisik juga berkontribusi dalam menjaga suasana hati, meningkatkan kualitas tidur, dan mencegah risiko jatuh di usia lanjut.
Menurut para ahli, ketika diabetesi aktif berolahraga, tubuh akan menjadi lebih sensitif terhadap insulin. Hal ini membantu proses penyerapan glukosa ke dalam sel-sel tubuh sehingga kadar gula darah bisa lebih terkendali. Aktivitas fisik juga membantu dalam menjaga berat badan ideal, yang secara langsung berdampak positif pada kesehatan diabetesi.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan orang dewasa, termasuk diabetesi, untuk berolahraga setidaknya 150 menit per minggu dengan intensitas sedang. Ini dapat dicapai dengan melakukan aerobik selama 20-25 menit setiap hari.
Beberapa pilihan olahraga yang disarankan meliputi:
1. Jalan Cepat
Jalan cepat merupakan bentuk latihan aerobik sederhana yang bisa dilakukan siapa saja. Aktivitas ini membantu meningkatkan denyut jantung dan melancarkan aliran darah. Diabetesi yang memiliki stamina lebih baik juga bisa mencoba hiking atau berjalan di area menanjak untuk hasil yang lebih maksimal.
2. Senam Diabetes dan Senam Kaki
Senam diabetes berfokus pada gerakan yang disesuaikan dengan irama musik, membantu melancarkan sirkulasi darah dan metabolisme tubuh. Sementara itu, senam kaki dirancang untuk menjaga kesehatan peredaran darah di area kaki yang rentan mengalami gangguan pada diabetesi.
3. Yoga
Selain meningkatkan fleksibilitas dan keseimbangan, yoga efektif dalam mengelola stres. Latihan ini bisa dilakukan kapan saja dengan panduan instruktur atau video tutorial yang tersedia.
4. Bersepeda
Bersepeda tidak hanya menguatkan jantung dan paru-paru, tetapi juga meningkatkan sirkulasi darah di kaki dan membantu kontrol berat badan. Alternatif lain, diabetesi bisa menggunakan sepeda statis untuk mengurangi risiko cedera.
5. Berenang
Olahraga ini cocok untuk diabetesi karena membantu mengurangi risiko penyakit kardiovaskular. Renang juga meningkatkan sensitivitas insulin, melatih pernapasan, dan meredakan gejala neuropati seperti kesemutan di kaki.

Prediksi Skor Tanjung Verde vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: Misi Blue Sharks Pulangkan Green Falcons
Prediksi Skor Mesir vs Iran di Piala Dunia 2026: The Pharaohs Selangkah Lagi ke 32 Besar Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Selandia Baru vs Belgia di Piala Dunia 2026: Pembuktian Romelu Lukaku Belum Habis!
Prediksi Skor Uruguay vs Spanyol di Piala Dunia 2026: La Roja Tak Ingin Tersandung, La Celeste Wajib Menang
Prediksi Skor Aljazair vs Austria di Piala Dunia 2026: Tiket 32 Besar Dipertaruhkan, Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Kroasia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Duel Penentu Tiket 32 Besar, Hasil Imbang Skenario Paling Masuk Akal
Prediksi Skor RD Kongo vs Uzbekistan di Piala Dunia 2026: Duel Sengit di Laga Terakhir Fase Grup
Prediksi Skor Senegal vs Irak di Piala Dunia 2026: Sadio Mane Jadi Kunci Kalahkan Singa Mesopotamia
Prediksi Afrika Selatan vs Kanada di 32 Besar Piala Dunia 2026: Bafana Bafana Ukir Sejarah!
Prediksi Skor Panama vs Inggris: Three Lions Sedang Tak Ideal, Harry Kane Ingin Kembali ke Jalur Gol
