
Pevoli asal Indonesia, Megawati Hangestri Pertiwi telah resmi meninggalkan Red Sparks Sumber foto: (Instagram/@red__sparks)
JAKARTA - Lembaga Pengelola Dana dan Usaha Keolahragaan (LPDUK) atau Indonesia Sport Promotor (Inaspro) memastikan untuk postponed pertandingan antara Tim All Star Indonesia melawan Red Spark. Semula laga tersebut
Direktur LPDUK Ferry Kono menyatakan bahwa penundaan terjadi karena jadwal yang tidak bertemu antara tim All Star dan Red Spark. Sebab, mulai pekan ini, mayoritas pemain yang berlaga di tim All Star akan memperkuat tim di Final Four Proliga.
"Karena harapannya (untuk lawan Red Spark) tetap dari All Star. Jadi kalau kita pecah konsentrasinya tidak bagus," ujarnya saat dihubungi Jawa Pos, Selasa (15/4).
Sebelumnya, sambung Ferry, pihaknya sudah bernegosiasi dengan Red Spark untuk mengganti jadwal setelah Proliga. Namun, waktunya juga tidak bertemu. Sebab, Red Spark sudah memiliki jadwalnya tersendiri. Mulai dari break kompetisi, training camp, hingga try out untuk persiapan musim baru. Belum lagi persiapan pemain untuk membela Korea Selatan di berbagai event.
"Jadi secara waktu tidak bertemu. Sehingga kami putuskan untuk postponed. Supaya mereka juga pas dan atlet Indonesia All Star tidak dalam kompetisi, khususnya nanti main di final four hingga Grand Final," ucapnya.
Disinggung soal postponement karena Megawati Hangestri yang sudah tidak lagi bersama Red Spark, Ferry membantah. "Sebetulnya malah itu kami harapin buat ajang perpisahan saja memang enak. Kalau jauh hari Red Spark sudah kasih tahu jadwalnya. Dan kami komunikasi ke PBVSI. PBVSI sedang kompetisi. Jadi murni karena jadwal," ujarnya.
Sebagai gantinya, pihaknya sudah memformulasikan untuk mengundang tim voli lain sebagai lawan tanding All Star. "Yang jelas sedang komunikasi dengan beberapa PBVSI-nya beberapa negara untuk mencari waktu yang pas ideal," ucapnya.
Untuk negaranya, Ferry menyebutkan negosiasi dilakukan dengan tim Asia. "Kalau bawa tim Eropa rankingnya terlalu jauh. Jadi kami mau tim Asia biar sepadan dan juga ada manfaatnya bagi tim All Star," katanya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
