
Singapore Grand Prix. (singapore-tickets.com)
JawaPos.com - Singapore Grand Prix menjadi salah satu sirkuit yang menarik untuk ditonton di kalender Formula 1. Di sinilah kali pertama balapan pada malam hari dilaksanakan.
Sebagai balap malam pertama di kalender Formula 1, Singapura tentu menawarkan atmosfer yang unik dengan gemerlap lampu sepanjang Sirkuit Jalanan Marina Bay.
Pembalap merasa kesulitan saat balapan di Marina Bay Street Circuit ini, karena suhu ekstrem dan juga tingkat kelembapan yang tinggi menjadi tantangan tersendiri bagi pembalap.
Durasi balap yang panjang menambah penderitaan pembalap sepanjang balapan di sirkuit ini. Berikut fakta dari Singapore Grand Prix.
Malam hari adalah waktu yang cocok untuk balapan di kawasan Asia Tenggara, maka dari itu saat Singapura masuk ke kalender Formula 1 malam hari dipilih untuk waktu balapan.
Marina Bay Street Circuit mengadakan balapan pertamanya pada musim 2008 bersama 17 sirkuit lainnya. Hal ini menjadikan Singapore Grand Prix sebagai balapan malam pertama di F1 sehingga dijuluki sebagai Home of Formula 1 Night Race.
Sirkuit Jalanan Marina Bay sendiri diterangi oleh lebih dari 1600 lampu berteknologi tinggi sepanjang sirkuit. Hal ini menciptakan suasana spektakuler dan pengalaman baru dalam menonton balapan F1.
Marina Bay Street Circuit merupakan sirkuit jalan raya yang ada di daerah Marina Bay, Singapura dengan panjang lintasan 5,063 km dan 23 tikungan.
Temperatur yang tinggi dan kelembapan juga menjadi hal yang menantang dan tentunya menguras fisik pembalap selama 62 putaran.
Fokus pembalap sangat diuji sirkuit ini. Jika tidak fokus sepersekian detik, dinding pembatas sirkuit siap menghukum para pembalap yang tidak berkonsentrasi.
Balapan perdana di sirkuit ini diwarnai hasil yang kontroversial, hal itu terjadi karena balapan ini diwarnai skandal yang dikenal sebagai crahsgate.
Saat itu, Nilson Piquet Jr., pembalap Renault sengaja menabrakkan mobilnya ke dinding pembatas sirkuit untuk memenangkan rekan setimnya yang merupakan juara dunia 2 kali, Fernando Alonso.
Skandal ini menjadi salah satu terbesar yang pernah terjadi dalam sejarah Formula 1.
Sebastian Vettel mencatatkan namanya sebagai pemenang Singapore Grand Prix sebanyak lima kali. Itu semua diraih pada musim 2011, 2012, 2013 bersama Red Bull Racing dan pada musim 2015, 2019 bersama Scuderia Ferrari.
Kemenangan di Singapore Grand Prix musim 2019 sekaligus menandakan kemenangan terakhir Vettel sebagai pembalap di Formula 1.

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Surat Satir Sony Sanjaya ke Kepala BGN Baru Bikin Heboh, Netizen: Nanik Deyang Cepu ya Pak?
Resmi Jadi Tersangka Korupsi MBG, Sony Sonjaya Kirim Surat Satir ke Kepala BGN Baru: 'Terima Kasih Hadiah Indahnya'
Dikabarkan Deal! Persebaya Surabaya Gaet Lima Pemain Anyar, Empat Legiun Asing dan Satu Striker Lokal
