
Pecatur DKI Jakarta WCM Theodora Paulina Walukow. (Istimewa)
JawaPos.com–Pecatur DKI Jakarta WCM Theodora Paulina Walukow dan pecatur Kalimantan Tengah IM Yoseph Taher sukses menjuarai turnamen catur Japfa Chess Festival 2024. Theodora juara di kategori senior putri, Yoseph menjadi yang terbaik di kategori open.
Thodora meraih juara setelah menorehkan poin terbanyak selama sembilan babak yang dijalankan dengan mendapat 7,5 poin di klasemen akhir. Sedangkan runner up ditempati WNM Nadya Anggraeni dari Jawa Timur dengan koleksi 7 poin. Adapun peringkat ketiga dihuni pecatur Papua WIM Ivana Lasmana dengan raihan 7 poin.
Selama turnamen berlangsung, Theodora hanya kalah sekali tatkala menghadapi Ivana Lasmana di babak keenam. Itu sekaligus memutus rekor kemenangan mulai babak pertama hingga kelima.
Dia mengakui kalau beberapa kali menang di ajang itu juga dibarengi dengan faktor keberuntungan.
”Sebenarnya selain prepare tiap malam, lalu pagi disempatkan, juga karena faktor lucky. Karena ada beberapa posisi yang susah, tapi akhirnya menang,” ujar Theodora, pecatur yang kini menempuh ilmu di Universitas Padjadjaran itu.
Tampil di catur Japfa menurut dia, juga menjadi bagian untuk mempersiapkan diri sebelum tampil di PON 2024. ”Di sini jadi tempat untuk menambah jam terbang dan pengalaman. Jadi bisa bahas opening, salahnya di mana dan tekniknya,” ungkap Theodora.
Hal yang wajar bagi Theodora menambah pengalaman dan jam terbang. Sebab, di ajang tersebut dia belum bertemu para pecatur putri papan atas yang akan membela Jabar di PON. Seperti Medina Warda Aulia, Dita Karenza, Diajeng T. Singgih, Regita Dasari Putri, dan Dewi AA Citra.
Mereka bakal menjadi tim beregu Jabar, yang akan diwaspadai Theodora di tim beregu DKI Jakarta. Di PON, Theodora bakal turun di kategori beregu. Sementara pada PON Papua 2020, dia tampil di perorangan kategori catur kilat dengan raihan medali perunggu.
”Di PON nanti target bisa emas,” tutur Theodora.
Di sisi lain, Yoseph juara dengan tak tersentuh kekalahan selama sembilan babak yang dilakoni. Mengumpulkan 8 poin, sama seperti yang dikoleksi IM Nayaka Budhidharma asal Jatim. Hanya, Yoseph unggul solkof.
Untuk menjuarai catur klasik, Yoseph harus menunggunya hingga babak pemungkas atau kesembilan. Di ronde itu, dia bertemu FM Hamdani Rudin dari Jawa Barat. Babak tersebut juga jadi penentu bagi keduanya.
Sebelum laga dimulai, Yoseph masih mengumpulkan 7,5 poin, sedangkan Hamdani meraih 7 poin. Jadi, siapa yang memenangi pertandingan, dialah yang akan jadi juara.
Hasil remis membuat Yoseph menambah 0,5 poin jadi 8, sementara Hamdani mendapat 0,5 jadi 7,5 poin. Di klasemen akhir, Hamdani menempati posisi empat, di bawah rekan satu daerah M Ariel dengan koleksi sama, 7,5 poin namun unggul solkof.
Bagi Yoseph, raihan juara sudah sesuai target yang diusung sebelum berlaga di turnamen catur Japfa. Dia merasa puas atas hasil yang direngkuh, namun kurang puas dengan beberapa performa. Baginya, masih banyak yang harus dievaluasi karena kurang sabar.
”Opening juga masih ada yang kurang. Selain menjaga stamina, karena satu babak rata-rata main 3,5 jam. Sabar, stamina cukup, persiapan ada, sehingga akhirnya bisa jadi juara,” beber Yoseph.

Prediksi Susunan Pemain Timnas Portugal vs RD Kongo: Vitinha Incar Gol Pertamanya
Bocor ke Publik! 2 Alasan Krusial Ramadhan Sananta Mau Gabung ke Persebaya Surabaya
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Daftar Pemain Ghana dan Panama di Grup L Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Austria vs Yordania di Piala Dunia 2026: Debut Bersejarah Wakil Asia Terancam di Laga Pertama
Sudah Masuk KBLI, Konten Kreator Didorong Punya NIB untuk Perkuat Legalitas
TVRI Hilang? Begini Cara Memunculkan Sinyal TVRI untuk Nonton Piala Dunia 2026 Gratis
Prediksi Skor Timnas Portugal vs RD Kongo, Duel Pembuka Grup K Piala Dunia 2026 yang Sarat Ambisi
Foto Prabowo-Gibran Dipasang di Salib Merah saat Demo di Monas, PMKRI: Simbol Dua Pendosa
