Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 20 Agustus 2024 | 16.19 WIB

Kalah di Catur Klasik dan Kilat, Medina Diharapkan Bisa Bangkit di Catur Kilat

Pecatur putri Indonesia WGM Medina Warda Aulia belum mampu bangkit hingga hari ketiga pelaksanaan JAPFA Chess Festival 2024 di Wisma Serbaguna Senayan, Jakarta, Senin (19/8). (Istimewa) - Image

Pecatur putri Indonesia WGM Medina Warda Aulia belum mampu bangkit hingga hari ketiga pelaksanaan JAPFA Chess Festival 2024 di Wisma Serbaguna Senayan, Jakarta, Senin (19/8). (Istimewa)

JawaPos.com–Pecatur putri Indonesia WGM Medina Warda Aulia belum mampu bangkit hingga hari ketiga pelaksanaan JAPFA Chess Festival 2024 di Wisma Serbaguna Senayan, Jakarta, Senin (19/8). Menghadapi WGM Vo Thi Kim Phung dari Vietnam pada dwi tarung, pecatur dengan elo rating 2269 tersebut belum sekalipun meraih kemenangan.

Pada babak keempat kategori international match standard (klasik), perempuan berkerudung itu takluk dari sang lawan. Sehingga, koleksi poin yang dikumpulkan di kategori ini hanya 1 VP, sedangkan Thi Kim Phung meraih 3 VP. Sebelum beradu cerdas di catur klasik, Medina telah memainkan dua babak kategori international match blitz (kilat). Hasilnya, masing-masing remis dan kalah. Poin pun 0,5 VP berbanding 1,5 VP.  Jika ditotal perolehan catur klasik dan kilat, ia tertinggal 1,5 VP - 4,5 VP.

Selanjutnya, kedua pecatur beda negara tersebut masih akan memainkan empat babak lagi di kategori international match rapid (cepat). Sesuai jadwal, Medina vs Thi Kim Phung bakal berduel empat kali pada Selasa (20/8).

Kabid Pembinaan Prestasi PB Percasi Kristianus Liem menyatakan, Medina belum mampu menunjukkan performa terbaik pada turnamen berhadiah total Rp 325 juta tersebut. Ada sejumlah penilaian kenapa Medina tak bisa bermain maksimal kali ini. Pecatur 27 tahun tersebut sudah lama tak bertanding di turnamen mayor.

”Memang Medina, saya gak tahu posisi terakhirnya karena jarang tanding. Kebetulan tak ada pelatnas, jadi benar-benar tergantung dirinya. Kalau teratur latihan, masih bagus,” ungkap Kristianus Liem.

Selain itu, kondisi fisik pecatur kelahiran 7 Juli 1997 itu kurang mendukung lantaran tengah flu. Hal itu sangat berpengaruh pada penampilan. Sebab, catur merupakan olahraga yang membutuhkan konsentrasi tinggi.

Meski demikian, masih ada kesempatan bagi Medina untuk memperbaiki penampilan di empat babak catur cepat. Jika kembali fit dan mentalnya terangkat, tak menutup kemungkinan Medina bisa meraih poin maksimal.

Sementara itu di kategori Open, Kris menilai banyak kejutan yang terjadi. Ada beberapa nama yang kurang tenar, tapi kenyataannya mampu menaklukkan pemain ternama.

Menurut dia, hal itu dimungkinkan karena pemain bersangkutan berlatih tekun melalui game di internet. ”Dengan terbukanya kondisi internet dan komputer, mereka bisa belajar sendiri. Saya lihat banyak nama-nama yang sebelumnya gak terdengar, tapi bisa beberapa kali bikin kejutan di sini,” jelas Kristianus Liem.

Tapi lanjut dia, hal ini memang arena uji coba pecatur yang lagi dipersiapkan untuk PON. Pecatur kuat daerah tentu difasilitasi tiap provinsi untuk tanding.

”Saya beberapa kali lihat ada yang kalahkan nama-nama besar. Jadi ini menarik sekali sebenarnya untuk diikuti,” lanjut Kris.

Sementara itu, Inspektur Pertandingan Hendry Jamals menyatakan, berdasar pantauan, atlet dari daerah DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Timur, masih mendominasi. Hanya saja, saat ini banyak kejutan dari Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur yang ikut bersaing.

”Mereka memang dipersiapkan dalam rangka PON,” ujar Hendry Jamals.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore