Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 7 Agustus 2024 | 23.54 WIB

Bukan Sekadar Lomba 17 Agustus, Tarik Tambang Ternyata Pernah Jadi Cabor Olimpiade, Begini Sejarahnya

SEMANGAT: Peserta tarik tambang penuh semangat. - Image

SEMANGAT: Peserta tarik tambang penuh semangat.

JawaPos.com – Tarik tambang adalah salah satu lomba yang sering dijumpai setiap perayaan HUT RI pada 17 Agustus. Lomba ini selalu berhasil memeriahkan suasana dengan semangat kebersamaan dan keceriaan yang tercipta.

Ternyata, tarik tambang ternyata pernah menjadi cabang olahraga resmi di Olimpiade. Sejarah mencatat bahwa tarik tambang telah berakar jauh sebelum menjadi lomba Agustus yang sering dijumpai di hari kemerdekaan RI.

Sejarah Tarik Tambang

Dilansir dari laman Tug of War Association pada Rabu (7/8), sejarah tarik tambang di Olimpiade dimulai pada 1900 di Paris, Prancis. Ketika menjadi bagian dari kebangkitan Olimpiade modern yang diprakarsai oleh Baron Pierre de Coubertin.

Selama dua dekade berikutnya, tarik tambang menjadi salah satu cabang olahraga yang diperebutkan di lima edisi Olimpiade. Akhirnya tarik tambang dihapus dari program Olimpiade 1920.

Pada awalnya, tim tarik tambang hanya terdiri dari lima atau enam anggota. Jumlah ini kemudian bertambah menjadi delapan orang pada Olimpiade 1908 di London. Menariknya, banyak atlet yang berpartisipasi dalam tarik tambang juga berkompetisi di cabang olahraga lain.

Medali emas pertama untuk cabang tarik tambang diraih oleh tim gabungan Swedia dan Denmark pada Olimpiade 1900, setelah mengalahkan Prancis di final. Momen bersejarah lainnya terjadi saat Constantin Henriquez de Zubiera, anggota tim Prancis, menjadi atlet kulit hitam pertama yang meraih medali di Olimpiade.

Olimpiade 1904 di St. Louis, Missouri, Amerika Serikat, menjadi panggung dominasi tim tuan rumah. AS menurunkan empat tim dan berhasil meraih empat posisi teratas. Sementara itu, Olimpiade 1908 di London menjadi ajang unjuk gigi tim Inggris Raya. Mereka berhasil menyapu bersih podium dengan meraih medali emas, perak, dan perunggu.

Namun, di balik kesuksesan ini, ada kontroversi yang menarik perhatian. Tim Kepolisian Liverpool, yang mewakili Inggris Raya menuai protes dari tim AS. Pasalnya, mereka menggunakan sepatu yang sangat berat. Meski aturan melarang penggunaan sepatu dengan paku yang menonjol. Protes AS ditolak dan tim Liverpool tetap diizinkan berkompetisi.

Olimpiade 1912 di Stockholm, Swedia, menjadi saksi duel sengit antara tim tuan rumah dan Inggris Raya. Kali ini, Swedia berhasil merebut medali emas dari genggaman Inggris Raya yang diwakili oleh tim Kepolisian Kota London.

Sempat Vakum karena Perang Dunia

Perang Dunia I memaksa penundaan Olimpiade 1916. Ketika Olimpiade kembali digelar pada tahun 1920 di Antwerp, Belgia. Olimpiade 1920 menjadi panggung terakhir bagi tarik tambang di ajang multi-cabang empat tahunan tersebut. Inggris Raya yang kembali diwakili oleh Kepolisian Kota London, berhasil merebut kembali medali emas.

Ada catatan menarik dari tim Kepolisian Kota London. Tiga anggota tim mereka - John Shepherd, Fred Humphreys, dan Edwin Mills - berhasil mengoleksi dua medali emas dan satu perak dari tiga Olimpiade (1908, 1912, dan 1920).

Fred Humphreys bahkan mencetak rekor sebagai atlet tertua yang meraih emas di cabang tarik tambang, yakni di usia 42 tahun pada Olimpiade 1920.

Dihapus dari Olimpiade

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore