
Kontingen Indonesia yang berlaga di ASEAN School Game (ASG) 2024 di Da Nang, Vietnam, pada 1-7 Juni.
JawaPos.com–Kontingen Indonesia meraih kesuksesan saat berlaga di ASEAN School Game (ASG) 2024 di Da Nang, Vietnam, pada 1-7 Juni. Para atlet Merah Putih berhasil menempati urutan kedua dalam klasemen akhir medali dengan torehan 22 medali emas, 22 perak, dan 20 perunggu.
Indonesia hanya kalah dari tuan rumah Vietnam yang menjadi juara umum. Perolehan medali Merah Putih tersebut berasal dari enam cabor yang dipertandingkan. Yakni atletik, bulu tangkis, renang, bola basket, pencak silat, dan vovinam.
Akuatik menjadi cabor terbanyak dengan total 24 medali. Rinciannya 11 emas, 6 perak, dan 7 perunggu. Kemudian pencak silat membantu pundi-pundi medali Indonesia dengan 5 emas, 5 perak, dan 4 perunggu.
”Sudah seharusnya pemerintah memberikan apresiasi kepada pelatih dan atlet muda kami,” katanya Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Dito Ariotedjo di Auditoirum Wisma Kemenpora.
Dito menambahkan, apresiasi tersebut berupa beasiswa. Itu akan diberikan untuk peraih medali emas, perak, dan perunggu.
”Angkanya sudah pasti di atas 2019. Tapi ingat jangan lupa karena namanya beasiswa tandanya tetap harus belajar,” terang Dito.
Sementara untuk pelatih, lanjut Dito, juga tetap ada. Angkanya pun dipastikan bakal lebih tinggi dari edisi 2019.
Menpora mengucapkan selamat atas prestasi yang diraih. Dia berpesan kepada para atlet untuk tetap semangat dalam berlatih karena perjuangan mereka masih panjang.
”Persiapkan diri untuk tantangan berikutnya. Kemenpora akan selalu mendukung dan memfasilitasi pengembangan bakat olahraga di Tanah Air,” tegas Dito.
Dito juga mengatakan, keberhasilan itu bukti dari para atlet muda Indonesia telah menunjukkan bahwa Indonesia adalah negara yang tangguh dan diperhitungkan di tingkat Asia Tenggara.
”Kemarin, kita di SEA Games 2023 berada di peringkat keempat, kemudian sekarang ASEAN Schools Games berada di nomor dua. Semoga ini linier, tahun depan SEA Games minimal Indonesia jadi nomor dua,” harap Menpora Dito.
Meski tak berhasil menjadi juara umum, Menpora Dito menyatakan, apa yang diraih kontingen Indonesia tetap suatu prestasi yang membanggakan. Selain itu, membuktikan kesuksesan program pembinaan usia dini yang dilakukan Kemenpora bersama stakeholder terkait.
”Inilah mengapa kita ingin ada penguatan program-program pembinaan usia dini. Insya Allah untuk ASEAN Schools Games kita sudah memiliki fasilitas Cibubur Youth Elite Sport Center, harusnya prestasi lebih meningkat,” ujar Menpora Dito.

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
Live Streaming PSS Sleman vs Garudayaksa FC Final Liga 2 dan Prediksi Skor: Trofi Bergengsi Menanti Pemenang!
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Prancis Hari Ini: Momentum Veda Ega Rebut Pole Position!
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
