
Pemain putri Badminton Indonesia Gregoria Mariska Tunjung saat menghadapi pemain putri Thailand Ratchanok Intanon pada babak Final beregu putri Badminton Sea Games 2019 di Multinlupa Filipina, kemarin, Selasa (3/12/2019). Tim putri beregu putri Indonesia
JawaPos.com - Pebulu tangkis tunggal putri nasional Gregoria Mariska Tunjung mengatakan bahwa gelar juara Spain Masters 2023 yang diraihnya pada Minggu (2/4), menjadi obat penawar setelah mengalami keterpurukan dalam jangka waktu yang cukup lama.
Terhitung sejak memenangi Finnish Open yang menjadi bagian dari seri International Challenge pada 2018, Gregoria belum pernah lagi merasakan kebahagiaan berada di podium tertinggi.
"Gelar juara ini untuk semua yang dukung saya sampai hari ini. Juara ini juga menjadi arti yang besar buat saya, saya sempat sangat terpuruk tapi Puji Tuhan bisa melewati itu dan bangkit lagi," kata Gregoria dalam pesan resmi PP PBSI di Jakarta, Senin (3/4).
Pebulu tangkis jebolan PB Mutiara Cardinal Bandung itu tak bisa menyembunyikan kebahagiaannya saat menerima piala berbentuk patung beruang dan shuttlecock berwarna biru di Kota Madrid.
Hasil manis tersebut menjadi buah kerja kerasnya setelah berjuang melawan hambatan yang menjadi momok terberatnya yaitu menjaga fokus dan kepercayaan diri di lapangan.
Terbukti pada ajang berkategori BWF Super 300 itu, Gregoria sanggup menyingkirkan wakil tuan rumah Carolina Marin yang punya modal prestasi dan pengalaman jauh lebih tinggi.
Peraih medali emas Olimpiade Rio 2026 dan tiga kali juara dunia itu takluk di tangan Gregoria pada babak semifinal, Sabtu (1/4). Lalu pada partai puncak, Gregoria kembali menghadapi lawan berat yaitu Pusarla V. Sindhu.
"Sindhu baru kembali dari cedera dan kita semua tahu tadi belum menjadi penampilan terbaiknya. Tadi, saya hanya coba mengeluarkan permainan saya. Tidak menyangka laganya seperti itu," kata Gregoria.
Pebulu tangkis asal India unggulan kedua, dan peraih perak Olimpiade Rio itu, kalah dua gim langsung di babak final, Minggu (2/4). Kemenangan tersebut sekaligus mencatatkan rekor baru bagi Gregoria dengan memenangkan gelar BWF World Tour Super Series perdana.
"Rasanya senang sekali bisa berdiri di podium tertinggi. Ini penantian panjang setelah terakhir di tahun 2018 (Finnish IC). Butuh waktu lama sekali untuk kembali ke sini, jadi saya benar-benar bersyukur," ucap Gregoria.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
15 Pecel Paling Enak di Surabaya, Cita Rasa Sambal Kacang yang Autentik dan Ragam Lauk Tradisional yang Menggoda Selera
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Wisata Terbaik Dekat Stasiun Pasuruan, Buat Liburan Tak Perlu Jauh Tapi Tetap Seru
12 Tempat Kuliner Soto yang Jadi Favorit di Malang, Soal Rasa Jangan Ditanya Pasti Enak!
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
