
Red Bull
JawaPos.com - Keputusan mengejutkan dibikin Honda di ajang Formula 1. Pabrikan Jepang itu memutuskan untuk tetap memasok mesin kepada Red Bull hingga empat tahun ke depan.
Padahal, mereka sudah menyatakan mundur dari balapan jet darat itu akhir musim lalu.
Alasannya, mereka ingin memfokuskan sumber daya mereka untuk mengembangkan energi alternatif dengan tujuan utama menjadi pabrikan bebas karbon pada 2050.
Namun dengan kebijakan pembekuan pengembangan teknologi mesin F1 mulai tahun ini hingga 2026, Honda memutuskan tetap memberikan dukungan penuh.
Untuk tiga tahun ke depan, divisi baru Red Bull Powetrains akan mengambil alih peran pemeliharaan mesin (power unit).
Seiring waktu berjalan, mereka akan mengembangkan mesin sendiri berbasis aturan baru yang bakal diberlakukan mulai 2026.
Penasihat Red Bull Helmut Marko telah mengumumkan perubahan rencana tersebut. ''Kami telah menemukan solusi yang benar-benar berbeda dari yang sebelumnya kami rancang,'' ucapnya dalam wawancara dengan media Austria, Autorevue.
''Mesin akan diproduksi di Jepang sampai akhir 2025. Kami tidak akan menyentuhnya sama sekali,''
Berubahnya keputusan Honda tersebut dikabarkan karena keberhasilan Max Verstappen menjuarai Formula 1 tahun lalu.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
