
Photo
JawaPos.com - Kento Momota terlihat terduduk cukup lama dengan pandangan nanar usai kalah dari Viktor Axelsen di partai final Denmark Terbuka 2021, Minggu (24/10) malam kemarin. Untuk pertama kalinya dalam 7 tahun terkahir, Momota harus merasakan pahitnya dipecundangi oleh jawara Olimpiade Tokyo 2020 tersebut.
Punya rekor pertemuan bagus melawan Axelsen, yakni 14 kali menang dalam total 16 kali pertemuan, Momota sebetulnya punya kesempatan menang yang besar. Ia berhasil membuat Axelsen mengikuti pola main lambat yang kerap menjadi andalannya.
Mengambil gim pertama dengan skor 22-20, gelar juara sudah tinggal beberapa langkah lagi di depan matanya kala ia memimpin 17-14.
Namun, takdir berkata lain. Dewi keberuntungan pada malam hari itu rupanya lebih berpihak kepada Axelsen yang bermain di hadapan publiknya sendiri. Mendadak, Momota banyak melakukan kesalahan dan salah mengambil keputusan dengan membiarkan pukulan Axelsen mendarat begitu saja di dalam garis out. Alhasil, ia harus kehilangan gim kedua 18-21.
Momota mencoba bangkit di gim ketiga, namun rasa percaya diri Axelsen yang sudah meluap-luap membuatnya tidak bisa menghindari kekalahan. Ia harus mengakui kehebatan lawannya itu usai kalah 12-21.
Dilansir dari laman BWF, Momota menjelaskan hal teknis yang membuatnya banyak salah mengambil keputusan.
"Di gim kedua, aku berada di lapangan yang berangin. Tapi ternyata angin yang bertiup tidak sekencang perkiraanku. Itulah yang membuat aku beberapa kali salah membuat keputusan dan akhirnya membuat aku kalah," sesal Momota.
Terlepas dari hasil minor tersebut, Momota mengaku senang bisa melaju hingga partai final Denmark Terbuka 2021. Ini adalah babak final pertamanya di turnamen reguler setelah ia mengalami kecelakaan pada awal 2020 dulu.
Momota pun mengakui bahwa Axelsen adalah salah satu pemain yang bisa membuat permainannya terus berkembang dari waktu ke waktu. "Bertanding melawan Axelsen selalu mengasyikkan, karena aku bisa banyak berkembang," kata Momota.
Walau pun tidak meraih gelar juara, Momota mengaku ada hikmah lain yang sangat berharga: Ia mulai bisa bermain seperti sedia kala.
Ketimbang permainannya di All England 2021, Olimpiade Tokyo 2021, Piala Sudirman 2021, dan Piala Thomas 2021 lalu, harus diakui performa Momota memang kian membaik. Meski sudah menderita cukup banyak kekalahan, namun hal tersebut tidak membuat penampilannya mandek. Bisa melaju ke babak final Denmark Terbuka 2021 menjadi bukti bahwa ia belum habis. Ia masih bisa kembali.
"Belakangan ini aku tidak bisa bermain dengan baik. Tapi hari ini, aku bisa bebas dari hal-hal yang menahanku (untuk bermain dengan baik, Red) selama ini. Ini adalah titik balik yang sangat baik untukku," ujarnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
