
Photo
JawaPos.com – Tidak banyak yang bisa dilakukan pasangan Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti untuk mengukur kekuatan lawan pada Olimpiade Tokyo 2020 di Jepang.
Di tengah pandemi yang sudah berlangsung satu setengah tahun, serentetan turnamen penting dibatalkan. Kesempatan bertemu calon-calon lawan yang bakal dihadapi di multievent empat tahunan itu di lapangan hanya sedikit. Alhasil, kekuatan lawan sulit dideteksi.
Misi tidak mudah sudah mencegat pasangan yang akrab disapa PraMel tersebut sejak di fase grup. Mereka berada di grup C bersama Yuta Watanabe/Arisa Higashino (Jepang), Mathias Christiansen/Alexandra Boje (Denmark), dan Simon Leung Wing Hang/Gronya Somervile (Australia).
Yuta/Arisa bakal menjadi lawan terberat. Sebab, selain tampil di kandang, pasangan itu sedang menyimpan kepercayaan diri tinggi setelah menjuarai turnamen terakhir yang mereka ikuti, All England 2021.
Ajang tersebut seharusnya menjadi pertarungan sengit bagi PraMel dan Yuta/Arisa. Sebab, keduanya sama-sama menempati unggulan. Hanya, PraMel gagal tampil karena kontroversi kasus korona yang menimpa tim Indonesia saat di Inggris.
Praktis, Yuta/Arisa seolah tak ada lawan tangguh dalam perjalanan menyabet gelar juara All England. Mereka memenangi seluruh pertandingan tanpa kehilangan satu set pun.
Penampilan Yuta/Arisa itulah yang kini dijadikan rujukan PraMel untuk memantau kemampuan dan perkembangan permainan lawan.
”Betul. Yang terpenting, PraMel harus fokus/konsen,” kata pelatih kepala ganda campuran Richard Mainaky kepada Jawa Pos melalui instant messaging Rabu (14/7).
Salah satu metode yang bisa dilakukan saat ini adalah menonton video pertandingan lawan berulang-ulang untuk mempelajari kelebihan dan kekurangan mereka.
”Sebelumnya kan kita tidak tahu kemampuan lawan sudah di mana. Jadi, lebih banyak lihat video main yang sebelum-sebelumnya juga sih,” ungkap Melati. Apalagi, dia baru tampil debut di Olimpiade.
Praveen yang sudah memiliki pengalaman mengikuti Olimpiade diharapkan bisa menularkan kepercayaan diri kepada rekannya. ”Mau lawan siapa pun harus siap. Fokus dan selalu jaga kondisi. Kami optimistis lolos dari grup,” yakinnya.
Cabor bulu tangkis Olimpiade bakal diselenggarakan di Musashino Forest Sport Plaza pada 24 Juli–2 Agustus. Pada Olimpiade Rio de Janeiro 2016, pasangan ganda campuran Indonesia Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir mampu merengkuh medali emas.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
