
Ganda campuran Indonesia Rehan Naufal Kusharjanto/Lisa Ayu Kusumawati terhenti di perempat final French Open 2023 setelah dikalahkan Jiang Zhen Bang/Wei Ya Xin (Tiongkok) dengan skor 22-24, 10-21.
JawaPos.com – Hasil tidak memuaskan dialami ganda campuran Indonesia Rehan Naufal Kusharjanto/Lisa Ayu Kusumawati saat terhenti pada babak perempat final French Open 2023. Namun, mereka berkomitmen untuk membenahi performa yang kurang baik tersebut.
Meski mencapai perempat final menjadi hasil yang cukup baik bagi pasangan peringkat 16 dunia itu, namun mereka mengaku tak puas dengan penampilan mereka saat menghadapi pasangan Jiang Zhen Bang/Wei Ya Xin asal Tiongkok, Jumat (27/10) malam waktu Rennes.
"Bisa masuk ke perempat final menjadi hasil yang cukup baik buat kami, tapi kami ingin yang lebih lagi. Dari sini kami mau berbenah untuk meningkatkan performa," ungkap Lisa melalui keterangan resmi PP PBSI di Jakarta, Sabtu (28/10).
Rehan/Lisa menelan kekalahan dua gim langsung 22-24, 10-21 saat menghadapi Jiang/Wei di perempat final turnamen kategori BWF Super 750 tersebut, yang sekaligus menjadi pertemuan perdana bagi mereka.
Pada gim pertama, sebenarnya Rehan/Lisa cukup percaya diri saat menghadapi ganda campuran peringkat keenam dunia tersebut. Mereka memanfaatkan ketidaktahuan Jiang/Wei terhadap pola permainan Rehan/Lisa.
Duo Indonesia itu memberikan perlawanan sengit dan mampu menciptakan selisih poin yang jauh atas Jiang/Wei, yaitu mencapai 16-10.
"Di gim pertama mereka masih meraba-raba permainan kami, itu membuat pertandingan jadi ramai. Sayang memang kami tidak bisa mengambil dulu tadi," Rehan menceritakan.
Sayangnya, Rehan/Lisa mulai kesulitan setelah skor tersebut karena Jiang/Wei mampu membaca pola permainan. Jiang/Wei yang semula tidak konsisten, berbalik menjadi lebih alot dengan fokus pada permainan bola-bola jauh yang menguras energi.
"Kami merasa kami kalah di fokusnya, mereka sangat fokus dan kami masih hilang-hilang. Kualitas bola no lob mereka juga sangat baik," tutur Rehan.
Permainan Jiang/Wei semakin tak terpatahkan pada gim kedua. Kemampuan mereka untuk memahami strategi lawan dengan cepat memang menjadi kunci kemenangan mereka atas Rehan/Lisa setelah bermain dalan durasi 37 menit.
"Di gim kedua mereka sudah bisa membaca pola kami dan membuat kesulitan," kata Rehan menambahkan.
"Cukup kecewa dengan permainan kami tadi. Sebenarnya kami bisa, tapi karena fokusnya tidak prima, kami jadi lambat untuk menguasai keadaan, akhirnya tertekan terus dari lawan," pungkas Lisa.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
