Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 28 September 2023 | 20.35 WIB

Jalan Berliku di Sektor Beregu Bulu Tangkis di Asian Games

 

Pebulu tangkis tunggal putri Indonesia Gregoria Mariska Tunjung. (ANTARA)

JawaPos.com – Pada Asian Games edisi 2018, tim beregu putra-putri bulu tangkis Indonesia gagal merebut medali emas. Tim putra takluk di final oleh Tiongkok (1-3), sementara tim putri hanya sampai semifinal dan harus puas meraih medali perunggu.

Kini, di Asian Games 2022 Hangzhou, jalur terjal bakal kembali dilalui pasukan Merah Putih. Kepastian itu diperoleh dari hasil drawing beregu putra dan putri Rabu (27/9).

Cabang bulu tangkis Asian Games 2022 akan memulai babak 16 besar di Binjiang Gymnasium, Hangzhou, Kamis (28/9). Namun, tim putra dan putri Indonesia baru akan berlaga di babak perempat final Jumat (29/9).

Di nomor beregu putra, tim Indonesia yang menjadi unggulan pertama langsung mendapat bye di babak 16 besar. Tapi, setelah itu, tim putra langsung bentrok dengan pemenang antara Korea Selatan melawan Malaysia.

Kedua negara memiliki kekuatan yang merata. Korea Selatan misalnya. Terdapat kekuatan baru di ganda putra mereka yang berhasil menjadi juara dunia. Yaitu Seo Seung-jae/Kang Min-hyuk. Sedangkan Malaysia memiliki keunggulan di tunggal putra melalui Lee Zii Jia dkk.

Penggawa tunggal putra Indonesia Shesar Hiren Rhustavito menyatakan, siapa pun lawan yang dihadapi tak menjadi soal bagi tim. ”Kalau masalah undian sebenarnya tidak ada masalah," ujarnya seperti dikutip Humas PBSI.

Jika mampu lolos ke semifinal, kemungkinan besar skuad Garuda akan bertemu India. Tim Indonesia sendiri memang menargetkan satu medali emas dari sektor putra. Salah satunya lewat beregu putra.

Jalur yang dilalui sektor beregu putri lebih terjal. Gregoria Mariska Tunjung dkk langsung bertemu tuan rumah Tiongkok di babak perempat final. Untuk diketahui, Tiongkok dan Indonesia langsung mendapat bye di babak 16 besar Asian Games.

Tiongkok sedang berada dalam top performa. Mereka memiliki senjata andalan lewat Chen Qing Chen/Jia Yi Fan yang berhasil menjadi juara dunia setelah menaklukkan andalan Indonesia Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti. Sedangkan di tunggal putri terdapat nama juara Olimpiade Tokyo 2020 Chen Yu Fei hingga He Bing Jao.

Jorji –sapaan akrab Gregoria– menuturkan, lawan yang dihadapi memang berat. ”Lawan kami pasti lebih diunggulkan," sebut pemain binaan PB Mutiara Cardinal Bandung itu. Kalaupun bisa mengatasi perlawanan Tiongkok, tim putri Indonesia sudah akan ditunggu Jepang atau Taiwan di babak semifinal. 

Editor: Candra Kurnia Harinanto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore