Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 14 September 2023 | 23.02 WIB

Strategi Apri/Fadia saat Melaju ke Babak 16 Besar Hong Kong Open

Apriyani/Siti Fadia sempat lengah saat menghadapi wakil Jerman Linda Efler/Isabel Lohau di gim pertama Indonesia Open 2023. Beruntung mereka kembali fokus untuk lolos ke babak selanjutnya. (PP PBSI) - Image

Apriyani/Siti Fadia sempat lengah saat menghadapi wakil Jerman Linda Efler/Isabel Lohau di gim pertama Indonesia Open 2023. Beruntung mereka kembali fokus untuk lolos ke babak selanjutnya. (PP PBSI)

JawaPos.com – Ganda putri Indonesia, Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti, mengatasi perlawanan pasangan Treesa Jolly/Gayatri Gopichand Pullela pada babak 16 besar Hong Kong Open 2023 berkat perencanaan strategi yang matang, Kamis (14/9).

"Alhamdulillah dengan hasil hari ini. Kami sudah benar-benar menyiapkan harus bermain seperti apa karena sebelumnya kami sudah bertemu dengan mereka jadi lebih dan kurangnya sudah lebih siap," kata Apriyani melalui informasi resmi PP PBSI di Jakarta.

Persiapan strategi yang diusung oleh duo Indonesia berjalan dengan baik, bahkan mereka mampu menciptakan dominasi penuh atas pasangan asal India itu. Apri/Fadia pun mengamankan tiket perempat final berbekal kemenangan 21-8, 21-14.

Apri menceritakan, meski bisa meredam perlawanan musuh dalam waktu singkat, namun bukan berarti kemampuan Treesa/Gayatri bisa diremehkan.

Berbekal dari pengalaman pertemuan perdana di babak 32 besar Swiss Open 2023, Maret, Apri/Fadia sudah punya pengetahuan mengenai gaya permainan lawan.

"Mereka pukulannya bagus, tadi bagaimana kami memaksa mereka untuk menjangkau bola yang jauh agar pukulannya tidak enak," ujar pebulu tangkis peraih emas Olimpiade Tokyo 2020 saat berpasangan dengan Greysia Polii itu.

Sebelumnya, Apri/Fadia lolos dari babak pertama Hong Kong Open 2023 setelah menyingkirkan rekan sepelatnas, yaitu Febriana Dwipuji Kusuma/Amallia Cahaya Pratiwi, Selasa (12/9).

Dalam pertandingan tersebut, Apri/Fadia menang dengan skor kembar 21-19, 21-19 atas Ana/Tiwi. Apri/Fadia tampil dengan permainan yang lebih tenang dan sabar.

Ritme lambat yang dimainkan Apri/Fadia membuat Ana/Tiwi terlalu cepat mengambil inisiatif serangan, sehingga justru mati dengan sendirinya. Hal itu diakui Apriyani sangat menguntungkan posisinya dengan Fadia.

Jeda satu hari yang mereka miliki usai babak 32 besar turut membantu mereka memulihkan kondisi fisik untuk menghadapi pertandingan di babak kedua.

"Kemarin ada jeda satu hari lumayan untuk mengembalikan kondisi kami lagi, tapi malamnya kami sudah kembali bersiap untuk pertandingan hari ini. Kami menonton video mereka dan diskusi sama Fadia tentang strategi," imbuh Apriyani.

Editor: Edi Yulianto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore