
Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo akan berusaha mempertahankan gelar juara di Istora, Senayan, Jakarta hari ini (19/1). (Nafielah Mahmudah/PP PBSI)
JawaPos.com – Piala Thomas yang berlangsung di Aarhus, Denmark, pada 3–11 Oktober mendatang menjadi gol utama pelatnas Cipayung tahun ini.
Tim Merah Putih punya kans besar untuk meraih hasil optimal di ajang beregu antarnegara tersebut. Selain kita punya materi pemain yang sangat bagus, optimisme itu tak terlepas dari persiapan tim.
Sejauh ini, Indonesia menjadi salah satu negara yang memiliki persiapan paling panjang. Jonatan Christie dkk menjalani latihan sejak pulang dari All England 15 Maret lalu. Jepang sempat libur di awal pandemi Covid-19 merebak. Sedangkan tim Malaysia malah baru mulai berlatih lagi awal bulan ini.
Pelatih ganda putra Herry Iman Pierngadi menyadari hal itu. Menurut dia, persiapan yang cukup optimal sejauh ini bisa menjadi keuntungan tersendiri. Saat BWF Tour bergulir lagi Agustus mendatang, para pemain bisa langsung tancap gas.
Memang sebelum terjun di turnamen yang sudah berumur 71 tahun tersebut, idealnya ada pemanasan.
”Idealnya, harus ikut turnamen lain dulu,” kata Herry kemarin (16/6).
Sampai saat ini, pihaknya masih menunggu turnamen mana saja yang bakal diikuti sebelum tampil di Piala Thomas. Memang, meski BWF telah melansir jadwal baru rangkaian turnamen, semua belum pasti. Sebab, pandemi Covid-19 membuat situasi dunia tidak menentu.
Pekan lalu BWF kembali mengumumkan bahwa Hyderabad Open (super 100) dan Korea Masters (super 300) batal. Menurut agenda baru, seharusnya kedua turnamen digelar pada 11–16 Agustus dan 8–13 September mendatang.
Bahkan, ada kemungkinan Japan Open, turnamen elite berkategori super 750, dibatalkan juga.
Selain itu, menurut Herry, pihaknya masih menunggu regulasi tiap negara. Lagi-lagi, gara-gara virus korona baru, pemain tidak bisa bepergian berpindah negara semudah dulu. ”Mau masuk Taiwan saja, harus karantina dulu dua minggu di sana. Padahal, jadwal turnamen kadang mepet. Lagi pula, memangnya pemerintah kita mau keluarin duit ekstra untuk karantina?” tandas pria berjuluk Coach Naga Api tersebut.
Legenda bulu tangkis tanah air Rudy Hartono menuturkan, sebelum terjun di Piala Thomas dan Uber, memang idealnya pemain mengikuti kejuaraan lain terlebih dulu.
”Kalau tidak pernah bertanding, nanti pas pertandingan besar grogi,” ujar pria yang turut meraih empat Piala Thomas tersebut.
Berbeda dengan Indonesia, pelatih kepala tim nasional Thailand Rexy Mainaky sudah memiliki rencana mengikuti kejuaraan mana saja untuk pemanasan ke Thomas-Uber. Antara lain, Taiwan Open super 300 (1–6 September), Korea Open super 500 (8–13 September), China Open super 1000 (15–20 September), dan Japan Open super 750 (22–27 September).
”Saya rasa ideal (mengikuti kejuaraan-kejuaraan itu, Red). Tapi, masalahnya, setiap negara kasus Covid-19-nya berbeda-beda,” kata Rexy.
Menurut dia, mengikuti pertandingan level tinggi sangat dibutuhkan pemain. Terlebih, mereka sudah beberapa bulan tidak tampil di kejuaraan. ”Kami ingin bring back feeling pemain untuk pertandingan,” ujarnya.
Thailand baru secara resmi menggelar latihan pertengahan Mei. Namun, Rexy menginstruksikan para pemainnya untuk berlatih mandiri sejak awal April.

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
9 Rekomendasi Mall Terbaik di Sidoarjo untuk Belanja, Kuliner, dan Tempat Nongkrong Bersama Keluarga
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal Moto3 Prancis 2026! Start Posisi 6, Veda Ega Pratama Buka Peluang Podium di Moto3 Prancis 2026
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
