Mutiara Ayu Puspitasari saat berlaga di Asian Junior Championships (AJC) 2023 di Jogjakarta.
JawaPos.com - Pebulu tangkis putri Mutiara Ayu Puspitasari mencetak sejarah pada event di Asian Junior Championships (AJC) 2023 di Jogjakarta pada 7–16 Juli lalu. Mutiara menjadi pebulu tangkis tunggal putri pertama Merah Putih yang meraih gelar juara sejak event itu digelar pada 1997.
Capaian tersebut digadang-gadang menjadi titik awal melejitnya sektor tunggal putri Indonesia.
Bulu tangkis ’’hanya’’ pengisi waktu luang pada awalnya buat Mutiara. Circa 2013, Mutiara yang berusia 7 tahun atau duduk di kelas I SD dicarikan kesibukan positif oleh orang tuanya.
’’Karena habis sekolah, sorenya kan enggak ada kegiatan. Sama orang tua dicariin kegiatan, jadi (diarahkan) ke badminton,’’ ujar Mutiara saat diwawancarai Jawa Pos di Pelatnas PP PBSI Cipayung pekan lalu.
Secara hobi, sebetulnya Mutiara kecil senang bermain musik. Namun, kedua orang tuanya, Sali dan Purwati, tetap mengarahkan Mutiara bermain badminton. ’’Kata Mama, kalau musik nanti harus mikir karier lagi. Jadinya olahraga aja dan saya milih badminton,’’ tutur pemain kelahiran 17 Mei 2006 itu.
Saat awal-awal bermain bulu tangkis, Mutiara merasakan kegembiraan. Tidak ada ambisi apa pun. Mutiara memutuskan lebih menekuni bulu tangkis pasca Suryanaga Cup 2014. Keberhasilannya menjadi juara itu memupukkan kepercayaan dirinya.
Mindset yang awalnya hanya senang-senang ketika bermain badminton akhirnya bergeser. Yakni, lebih serius. Mutiara mulai rajin menjalani latihan dan berdisiplin.
’’Karena kan saya masih bersekolah juga. Jadi, pagi-siang sekolah, baru sorenya latihan. Saya jadi lebih aktif,’’ kenang Mutiara. ’’Biasanya Minggu nggak ikut latihan, saya kemudian jadi ikut. Terus ikut pelatih ke kota lain untuk latihan,’’ lanjut bungsu dua bersaudara itu.
Kemudian pada 2015, salah seorang rekan Mutiara yang bernama Amel mengikuti Audisi Umum PB Djarum. Seingat Mutiara, tahun itu Amel tak lolos proses akhir penjaringan atlet yang diadakan PB Djarum tersebut.
Setahun kemudian, Amel mengajak Mutiara untuk ikut audisi umum. Tanpa pikir panjang, Mutiara akhirnya ikut. Mutiara tertantang dan ingin mengetes kemampuannya di ajang seleksi yang diikuti ratusan atlet dari berbagai daerah di Indonesia tersebut.
Kala itu, audisi umum diselenggarakan di delapan kota di Indonesia. Atlet asal Ngawi, Jawa Timur, tersebut mengikuti audisi umum di Solo. Sayang, saat itu langkahnya terhenti di fase turnamen. Tak menyerah, Mutiara kembali mengikuti audisi umum di kota selanjutnya, yakni Surabaya.
Di Kota Pahlawan, Mutiara diloloskan tim pencari bakat untuk menjalani pelatihan di Kudus. Ternyata kualitas Mutiara menarik PB Djarum untuk merekrutnya. Digembleng di Kudus membuat skill-nya terus terasah.
Nah, proses seleknas di pelatnas menjadi lompatan karier Mutiara berikutnya. Di final tunggal taruna putri, Mutiara mengalahkan rekan sesama PB Djarum Aurelia Salsabila 21-15, 21-19 (15/1/2022).
’’Masuk pelatnas senang sih karena kan termasuk saya yang termuda di sini. Juga, di finalnya saya melawan senior (Aurelia) yang dua tahun lebih tua dan saya bisa menang,’’ ucap Mutiara.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
