
Lifter Indonesia Eko Yuli irawan saat mengikuti Men 61kg Angkat Besi Sea Games 2019 di Nino Aquino Stadium Filipina, kemarin, Senin (2/12/2019). Eko Yuli berhasil mendapatkan peringkat pertama emas.FOTO:Dipta Wahyu/Jawa Pos
JawaPos.com – Agenda kejuaraan yang superpadat tahun depan tidak membuat Eko Yuli Irawan ngeper. Lifter andalan Indonesia itu justru sangat bersemangat. Ada capaian besar yang ingin dia wujudkan. Yakni, meraih emas dalam tiga multievent sekaligus. Mulai PON XX Papua, SEA Games Hanoi 2021, hingga Olimpiade Tokyo 2020!
Salah satu yang bikin Eko lega, jadwal tiga event itu sudah jelas. Olimpiade, yang paling berat, akan dilaksanakan pada 23 Juli–8 Agustus 2021. Lalu, disambung PON XX yang diusulkan digelar pada 2–13 Oktober 2021. Sementara itu, SEA Games bakal menjadi penutup musim, yakni pada 21 November–2 Desember 2021.
Eko senang jadwalnya sudah pasti. Dengan begitu, lifter yang terjun di kelas 61 kg itu bakal lebih mudah menyusun program. Selain multievent, sebenarnya Eko masih memiliki program untuk mengikuti single event yang lain. Misalnya, kejuaraan dunia dan Asia. Tetapi, tentu saja, dia bakal berfokus pada tiga ajang prestisius tersebut terlebih dahulu.
’’Saya sebagai atlet siap saja kapan pun. Namanya jadwal pertandingan, ya harus siap. Intinya, persiapannya juga ikut dimundurin karena tahun depan lebih padat,’’ papar Eko kemarin. ’’Belum yang single event,’’ imbuh kolektor dua perunggu dan satu perak Olimpiade tersebut.
Eko menyatakan, prioritas terbesar sudah pasti Olimpiade. Situasi dia kali ini lebih bagus dibandingkan saat meraih perak Olimpiade Rio empat tahun lalu. Dia pernah menjadi juara dunia kelas 61 kg. Dia kini menempati peringkat kedua di kelas tersebut, di bawah lifter Tiongkok Li Fabin. Posisi yang sama ditempati dalam klasemen kualifikasi Olimpiade Tokyo.
Nah, dari Olimpiade, ada jarak dua bulan untuk menuju PON. Lifter kelahiran Lampung tersebut masih membela Jawa Timur. Bagi Eko, jeda waktu itu cukup untuk recovery. Apalagi, bisa dibilang dia tidak punya lawan di dalam negeri. Nah, setelah itu, barulah dia harus gas pol lagi untuk mempersiapkan diri ke SEA Games. ’’Nggak masalah,’’ yakin Eko.
Dia menyatakan, jeda kompetisi tahun ini akan dimanfaatkan untuk benar-benar memperbaiki teknik. ’’Yang belum mumpuni, disempurnakan terlebih dahulu. Ada kekuatan otot yang kurang, diperbaiki. Kalau ada cedera, ya disembuhin dulu,’’ papar dia. ’’Ada waktu latihan paling tidak sampai akhir 2020,’’ tambah atlet 30 tahun itu.
Meski begitu, dia tidak menganggap libur kompetisi akibat pandemi Covid-19 ini sebagai suatu hal yang menguntungkan. Bahwa persiapan ke Olimpiade jadi lebih panjang, para lawannya mengalami hal yang sama. ’’Berpikir positif saja. Persiapan memang lebih panjang. Tapi, yang penting pembinaannya jangan ikut terputus,’’ ungkapnya.
Saat ini Eko menjalani latihan mandiri di rumahnya di Bekasi. Pelatnas di Kwini, Jakarta Pusat, memang masih berjalan. Namun, dia meminta dispensasi latihan selama masa PSBB. Di rumah, Eko memiliki fasilitas latihan yang lengkap. Program latihan juga tetap dipantau pelatnas.
Berkaca dari pengalaman-pengalaman yang lalu, kali ini Eko berusaha lebih santai. Berusaha rileks agar tidak terbebani. ’’Persiapan Olimpiade biasanya enam bulan. Kalau SEA Games, setahun. Karena event mundur, syukur-syukur akhir tahun bisa sampai 90 persen. Sisanya tinggal jaga kondisi saja,’’ urai dia.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mantan Kiper Persebaya Surabaya Buka Suara! Dimas Galih Ungkap Kondisi Ruang Ganti PSBS Biak
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
