Fajar Alfian dan Muhammad Rian Ardianto lolos ke semifinal Korea Open 2023. (Antara)
JawaPos.com – Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto saat ini masih menjadi pasangan terbaik Indonesia, bahkan dunia. Keduanya masih berada di ranking teratas dalam peringkat BWF sektor ganda putra.
Tapi, status itu bukan berarti duet berakronim FajRi tersebut mendapat jaminan untuk tampil di Olimpiade Paris 2024.
Pelatih ganda putra Pelatnas PBSI Aryono Miranat mengatakan, persaingan tiket menuju Olimpiade Paris 2024 di sektornya sejauh ini masih terbuka lebar. Artinya, tim pelatih sampai kini belum memiliki pasangan tertentu yang diprioritaskan tampil di Paris.
Sebagai informasi, saat ini ada enam pasangan Indonesia yang berada di 25 besar dalam peringkat dunia BWF per 8 Agustus 2023.
Selain Fajar/Rian yang menjadi nomor satu dunia, masih ada Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan (9), Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin (10), Muhamamd Shohibul Fikri/Bagas Maulana (15), Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon (19), dan Pramudya Kusuma Wardana/Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan (22).
Khusus Kevin/Marcus, saat ini tengah dipisah karena Marcus dalam pemulihan cedera. Sehingga kans The Minions –julukan Kevin/Marcus–ke Olimpiade 2024 sangat kecil.
Sementara itu, sesuai regulasi, setiap negara hanya boleh mengirimkan maksimal dua pasangan di tiap nomornya ke Olimpiade. Dengan catatan, dua pasangan itu wajib berada di delapan besar dalam ranking Road to Paris 2024.
Karena itu, Aryono menyatakan bahwa tim pelatih saat ini mencoba berlaku adil kepada kelima pasangan. Salah satu caranya adalah dengan memberikan kesempatan yang sama dalam pengiriman pasangan ke turnamen di periode awal kualifikasi Olimpiade.
Menurut Aryono, pasangan yang punya kesempatan lebih besar lolos ke Paris baru akan terlihat akhir tahun nanti. Dari situlah, tim pelatih mulai mendorong duet tertentu agar bisa diprioritaskan dalam pengiriman turnamen selanjutnya.
’’(Persaingan) terbuka, nanti sampai satu titik kan, ’Oh ini udah enggak mungkin lagi nih.’ Mungkin ya kita kasih kesempatan yang bakal bisa masuk, dua atau tiga pasang gitu,’’ tambah pelatih yang akrab disapa Coach Naga Air itu.
Sejak perhitungan poin kualifikasi Olimpiade Paris 2024 dimulai pada 1 Mei lalu, FajRi menjadi pasangan yang paling menonjol. Meski sejak Mei lalu belum meraih gelar juara, mereka sejauh ini mampu menjadi runner-up Korea Open (BWF World Tour Super 500) dan menembus semifinal Japan Open (S750).
Tapi, Aryono sekali lagi menegaskan bahwa catatan apik itu tak lantas membuat FajRi jadi prioritas. ’’Kalau mereka menurun, yang lain naik, bisa aja (digantikan). Kesempatannya sama yang penting,’’ ucapnya.
Di sisi lain, FajRi juga tidak merasa bahwa mereka satu-satunya pasangan yang punya kans besar lolos ke Olimpiade Paris 2024. Menurut mereka, semua masih terbuka dan punya peluang yang sama. ’’Kami baru setengah jalan nih. Kan turnamen masih banyak, kami juga tidak tahu nanti finis di posisi berapa,’’ ucap Fajar.
FajRi pun enggan terlalu memfokuskan diri ke kualifikasi Olimpiade. Mereka ingin bagaimana caranya bisa menjaga dan mendapatkan puncak performanya di turnamen besar. Termasuk yang terdekat adalah Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2023 pada 22–27 Agustus mendatang.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
