Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 12 Maret 2020 | 13.45 WIB

Sikat Ganda Jepang, The Daddies Jalani Kebangkitan Sangat Sensasional

Photo - Image

Photo

JawaPos.com-Juara bertahan Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan selamat dari potensi kekalahan menyesakkan pada babak pertama All England 2020. Mereka menjalani laga dramatis dan gila untuk mengalahkan pasangan Jepang Akira Koga/Taichi Saito.

Hendra/Ahsan harus bermain rubber game untuk melangkah ke babak kedua turnamen bulu tangkis tertua di dunia itu. The Daddies menang dengan skor 12-21, 21-13, 25-23.

Juara dunia tiga kali itu melakukan kebangkitkan luar biasa pada game penentuan. Saat itu, Hendra/Ahsan sudah tertinggal jauh sampai 0-7. Namun, mereka enggan menyerah kepada nasib buruk. Hendra/Ahsan melaju dengan mantap dan sukses menyamakan kedudukan dalam posisi 14-14.

Setelah posisi 15-15, Hendra/Ahsan berhasil mencetak lima angka beruntun dan memimpin dalam kondisi 19-15. Mereka lantas mencapai match point pada situasi 20-17.

Namun, Koga/Saito yang menempati ranking 30 dunia itu ternyata tak mudah disingkirkan. Mereka bahkan berhasil menyamakan kedudukan menjadi 20-20.

Setelah terlibat empat kali setting point yang amat mendebarkan, sebuah servis Ahsan yang gagal diantisipasi dengan baik oleh Koga, memastikan ganda nomor dua dunia itu menang dengan skor sangat ketat, 25-23.

“Mereka main nothing to lose, balik nggak mati-mati lagi. Jadi kami yang salah. Bisa dibilang kami main dalam tekanan terus sampai game ketiga. Walaupun game kedua kami bisa menang, tetapi kami masih banyak melakukan kesalahan,” kata Ahsan setelah pertandingan dalam siaran pers PP PBSI yang diterima Jawa Pos.

Memang, penampilan Koga/Saito sangat solid. Mereka tampil agresif, cepat, dan spartan. Seperti enggan didikte oleh Hendra/Ahsan yang memiliki ranking labih tinggi, skill yang lebih baik, dan pengalaman yang jauh lebih matang. Pokoknya hajar saja.

Satu lagi, pertahanan Koga/Saito benar-benar rapat.

Pada game pertama, Koga/Saito membuka laga degan meyakinkan. Mereka terus menekan dan unggul sangat jauh dengan skor 18-9. Ganda nomor lima Jepang itu lantas mudah merebut game pertama.

“Pergerakan kami sangat lambat. Terus banyak melakukan kesalahan, jadi mereka lebih percaya diri. Di game pertama permainan mereka keluar, sementara kami tertekan,” kata Ahsan.

Pada game kedua, Hendra/Ahsan bangkit. Mereka bermain lebih taktis, efisien, dan minim melakukan kesalahan. Ritme permainan juga diubah menjadi lebih cepat. Hendra/Ahsan terus menjaga momentum keunggulan jauh 11-2, lalu 14-5, 17-7, dan akhirnya menang 21-13.

Game kedua kami mempercepat tempo duluan. Game ketiga juga ketinggalan dulu, banyak mati juga. Tapi kami coba terus,” kata Hendra.

Pada babak dua, Hendra/Ahsan akan menghadapi ganda Jepang lainnya, Takuro Hoki/Yugo Kobayashi. Pada babak pertama, Hoki/Kobayashi mengalahkan pasangan Korea Selatan Choi Sol-gyu/Seo Seung-jae juga dengan skor sangat ketat yakni 24-22, 19-21, dan 21-19.

Jadi, babak kedua All England 2020 ini adalah laga ulangan final Kejuaraan Dunia 2019. Saat itu, Hendra/Ahsan menang dalam rubber game.

“Besok juga nggak mudah. Kami harus lebih fokus lagi,” ucap Hendra.

Selain Hendra/Ahsan, ganda putra juga sudah meloloskan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto.

Pasangan nomor satu dunia Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo juga melaju setelah mengalahkan pasangan Kanada Jason Anthony Ho Shue/Nyl Yakura dalam rubber game, 21-18, 20-22, 21-14.

Sayang, ganda putra lainnya Ade Yusuf/Wahyu Nayaka tumbang. Mereka dikalahkan ganda nomor satu Tiongkok Li Junhui/Liu Yuchen dengan skor 13-21, 21-19, dan 8-21.

Editor: Ainur Rohman
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore