Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 28 Februari 2020 | 19.55 WIB

Tercoret dari All England, Fitriani Akui Alami Krisis Kepercayaan Diri

Fitriani - Image

Fitriani

JawaPos.com – Prestasi Fitriani memang terus merosot. Dalam kurun waktu dua tahun terakhir, dia hanya satu kali menjadi juara. Itu terjadi ketika dia memenangi Thailand Masters 2019.

Setelah itu, tidak ada lagi gaung prestasi dari sektor tunggal putri. Bukan makin naik, performa Fitriani malah kian turun. Puncaknya, dia dicoret dari skuad Indonesia di Badminton Asia Team Championships 2020.

Kala itu Kepala Bidang Pembinaan Prestasi PBSI Susy Susanti mengatakan bahwa pemain 21 tahun tersebut sedang dilanda krisis kepercayaan diri. Karena itu, selama sebulan terakhir Fitriani diminta untuk fokus berlatih di pelatnas.

Sejatinya Fitriani akan tampil di German Open 2020. Namun, turnamen super 300 itu batal karena sebaran virus korona. Fitriani harus menunggu lebih lama lagi untuk menguji hasil latihannya selama ini. Sebab, tercoret dari All England yang bergulir 11–15 Maret mendatang.

Indonesia hanya mengirimkan Gregoria Mariska Tunjung pada ajang tertua di dunia itu.

Dalam sesi wawancara dengan Jawa Pos, pebulu tangkis dari klub Exist itu mengatakan masih terus mencari cara agar kepercayaan dirinya makin naik. Dirundung hasil buruk selama 2019 membuat Fitriani kebingungan.

”Saya memang kurang yakin sama diri sendiri dari segi pola main dan kurang percaya diri pas masuk lapangan. Nggak yakin dengan pola permainan sendiri,” ucap Fitriani.

Krisis kepercayaan diri tersebut mulai dia rasakan pertengahan tahun lalu. Tepatnya di Thailand Open, ketika dia harus angkat koper pada babak perempat final. Setelah itu, capaian terbaiknya cuma mencapai babak delapan besar Chinese Taipei Open.

Bahkan, pada SEA Games 2019 Fitriani sempat membuat publik gemas lantaran bisa dikalahkan begitu saja oleh pemain yang secara level jauh di bawahnya.

”Selama sebulan ini saya berusaha flashback ke turnamen di mana saya bisa main lebih baik dibanding sekarang. Entah pas juara di Thailand atau sewaktu bisa rubber game lawan Akane Yamaguchi atau Nozomi Okuhara. Saya berusaha ingat-ingat itu. Cuma, kadang seminggu latihan bisa tahan fokus, terus jadi nggak yakin lagi. Masih belum konsisten,” ungkapnya.

Semula, PP PBSI sempat menominasikan Fitriani untuk lolos ke Olimpiade bersama Gregoria Mariska Tunjung. Belakangan hal tersebut makin terasa mustahil. Sebab keduanya berada di luar 16 besar.

Karena itu, jika hendak mengirim satu pemain, pengurus lebih fokus untuk mempersiapkan Gregoria ke Olimpiade Tokyo 2020.  ”Di tunggal putri, sebetulnya saya masih berharap,” kata Susy.

Sementara itu, Fitriani tidak terlalu memikirkan target lolos kualifikasi Olimpiade. Saat ini dia berada di peringkat ke-29 untuk race to Tokyo. Untuk ranking BWF, dia berada di posisi 32 dunia.

Editor: Ainur Rohman
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore