
Photo
JawaPos.com-Khabib Nurmagomedov kembali melakukan perang urat saraf kepada rival terbesarnya, Conor McGregor.
Petarung asal Dagestan, Rusia itu mengatakan bahwa kemenangan McGregor atas Donald ‘Cowboy’ Cerrone pada UFC 246, 18 Januari lalu, merupakan kemenangan yang konyol.
Menurut Nurmagomedov, McGregor tidak pantas diberikan pujian. Walaupun petarung asal Republik Irlandia tersebut tampil sangat hebat, mengalahkan Cerrone hanya dalam tempo 40 detik, Nurmagomedov menegaskan bahwa dirinya sama sekali tidak terkesan.
Nurmagomedov beropini bahwa Cerrone adalah petarung tua, kelelahan, dan sejatinya sudah habis. Pada usia 36 tahun, Cerrone kalah enam kali dalam 10 pertarungan sebelum dia naik octagon, menantang McGregor.
Bagi Nurmagomedov, calon lawannya, yakni Tony Ferguson memiliki kualitas yang sangat jauh di atas Cerrone. Nurmagomedov naik octagon pada 19 April mendatang.
Nurmagomedov vs Cerrone bakal menjadi sajian utama UFC 249. Laga ini memperebutkan gelar juara dunia kelas ringan UFC.
"Dia itu bukan petarung level atas,” sindir Nurmagomedov menyinggung Cerrone dalam video yang dirilis situs berita Rusia RT. “Tentu saja dia adalah nama besar. Namun, waktunya sudah selesai,” tambahnya.
“Cowboy selalu kalah dalam pertarungan-pertarungan besar, selalu. Saya nggak ingat kapan dia menang. Dalam 10 pertarungan, saya kira dia kalah tujuh kali (seharusnya enam kali, Red),” kata Nurmagomedov lagi.
Nurmagomedov menambahkan bahwa Cerrone adalah lawan mudah bagi McGregor. Oleh karena itu, agar tidak kehilangan muka pada laga comebacknya, McGregor memilih untuk melawan musuh yang pasti bisa dikalahkan.
McGregor, tambah Nurmagomedov, tentu saja tidak berani menantang lawan yang lebih tangguh. Misalnya saja, petarung asal Amerika Serikat berusia 31 tahun, Justin Gaethje.
Sementara itu, Tony Ferguson, kata Nurmagomedov adalah lawan terkuat dalam karirnya. Juara dunia Sambo dua kali itu sudah bertarung 28 kali sejak 2008. Hasilnya sempurna, 28-0!
"Saya ini sudah pernah bertarung melawan orang seperti (Edson) Barboza, (Rafael) dos Anjos, Conor (McGregor), (Dustin) Poirier, (Al) Iaquinta. Namun, semua orang itu tidak setangguh Tony Ferguson,” tegasnya.
“Tetapi, demi legasi yang akan saya tinggalkan, saya harus mengalahkan lawan-lawan terkuat. Dan saya akan mengalahkan mereka semua layaknya petarung sungguhan. Bukan lawan yang palsu,” katanya tajam, menyinggung pertarungan antara McGregor versus Cerrone.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
Hasil Play-off Liga 2: Adhyaksa FC Bungkam Persipura Jayapura 0-1 di Babak Pertama!
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
