
Hendra dan Ahsan bersalaman dengan Li Junhui/Liu Yuchen setelah partai semifinal Malaysia Masters 2020. (PP PBSI).
JawaPos.com-Sepanjang Februari ini, para pemain bulu tangkis Tiongkok belum mengikuti turnamen apapun. Virus Korona yang pada awalnya muncul di Wuhan, mengacau-balaukan agenda tim Negeri Panda.
Terbaru, Tiongkok dipaksa untuk tidak berpartisipasi pada Kejuaraan Bulu Tangkis Beregu Asia alias Badminton Asia Team Championships 2020 yang berakhir 16 Februari lalu di Manila.
Sebelumnya, para pemain Tiongkok sudah memutuskan mundur dari ajang Spain Masters, Austrian Open, dan Dutch Junior International.
Otoritas Filipina memang memberlakukan kebijakan untuk melarang warga Tiongkok dan Hongkong untuk masuk ke wilayah mereka karena serangan virus Korona.
Selain itu, Filipina juga menolak orang asing manapun yang belum genap 14 hari keluar dari Tiongkok, untuk masuk ke negara mereka.
Pekan ini, Tim Nasional Tiongkok akhirnya mengambil langkah penting. Mereka memindahkan markas latihan ke Inggris. Tepatnya, mereka mengungsi ke Nottingham sebagai persiapan menghadapi dua turnamen yakni German Open dan All England.
Kedua turnamen tersebut berlangsung pada Maret.
Sejumlah media Tiongkok melaporkan bahwa Chen Long dkk menggunakan fasilitas University of Nottingham sebagai pusat latihan mereka.
Mereka memilih Inggris karena negara tersebut dan Uni Eropa masih belum membelakukan larangan berkunjung kepada warga Tiongkok. Jadi, pihak Tiongkok segera menerbangkan skuadnya ke Eropa. Itu sebagai antisipasi jikalau negara-negara di Benua Biru mengeluarkan travel ban kepada orang-orang Tiongkok dan Hongkong.
Para pemain Tiongkok memang berada dalam situasi yang sangat pelik. Mereka akan rugi besar jika mundur dari agenda-agenda penting BWF Tour. Sebab, turnamen-turnamen saat ini sampai April mendatang masuk dalam kualifikasi Olimpiade Tokyo 2020.
Memang, sudah ada beberapa pemain yang sudah lolos ke Olimpaide. Terutama ganda putri dan ganda campuran. Namun, beberapa sektor seperti tunggal putra dan ganda putra masih belum aman.
Tiongkok berambisi untuk meloloskan dua wakil pada tiap sektor ke Tokyo 2020.
Tunggal putra Shi Yuqi yang saat ini berada di peringkat ke-13 Road to Tokyo butuh beberapa hasil bagus lagi agar aman berada di posisi 16 besar. Yuqi diharapkan menemani Chen Long yang sekarang nangkring di ranking enam dan kemungkinan aman untuk lolos ke Tokyo 2020.
Selain itu, Tiongkok juga akan ngotot mengerek peringkat Han Chengkai/Zhou Haodong untuk menembus delapan besar dunia. Mereka dipacu untuk bisa menemani ganda putra nomor satu Tiongkok Li Junhui/Liu Yuchen. Saat ini Han/Zhou masih berada di ranking 11 Road to Tokyo 2020.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
