Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 28 November 2019 | 01.00 WIB

Pencak Silat Indonesia Bisa Juara Umum, tapi Tidak Sampai 16 Emas

Hanifan saat memeluk Jokowi dan Prabowo di Asian Games 2018 (Chandra Satwika/Jawa Pos) - Image

Hanifan saat memeluk Jokowi dan Prabowo di Asian Games 2018 (Chandra Satwika/Jawa Pos)

JawaPos.com-Pencak silat meraih prestasi fantastis di Asian Games 2018. Dari 18 kelas yang dipertandingkan, skuad Merah Putih memborong 16 emas. Tetapi, kenangan manis tersebut tidak lantas membuat timnas pencak silat berani memancang target tinggi di SEA Games 2019.

PB IPSI hanya berani menjanjikan tiga emas dari cabor bela diri asli Indonesia tersebut.

Di Filipina, hanya ada sembilan kelas yang dipertandingkan. Sembilan emas diperebutkan sembilan negara. ’’Kelas yang dipertandingkan ada seni dan tanding. Nah, nomor seni itu sangat subjektif penilaiannya,’’ jelas Indro Catur, pelatih kepala pelatnas pencak silat. ’’Anak-anak secara kualitas di atas lawan. Tetapi bisa kalah karena subjektivitas,’’ lanjut dia.

Karena itu, sapu bersih emas adalah hal yang sulit diwujudkan di SEA Games kali ini. Indonesia sama sekali tidak menargetkan bisa meraih emas dari nomor seni. Mereka mengincar medali dari nomor tanding. ’’Kalau bisa lebih dari tiga emas, itu bonus. Di Filipina nanti harus jadi juara umum,’’ tegas Indro.

Selain persoalan subjektivitas, mayoritas skuad pencak silat yang dibawa ke Filipina adalah wajah baru. Tidak ada Sarah Tria Monita, Wewey Wita, ataupun Abdul Malik. Veteran Asian Games yang berangkat hanya Hanifan Yudani Kusumah. Tahun lalu dia menyumbang emas dari nomor tanding kelas C. Di SEA Games kali ini, dia turun di kelas D.

Meski begitu, sebelas pesilat lain yang diberangkatkan tetap diyakini menjadi ancaman di Filipina. Mereka melakukan persiapan sejak Maret. ’’Secara peluang, bagus semua. Tidak ada yang lebih diunggulkan. Semuanya sama. Kalau SEA Games di Jakarta, peluang medali di Asian Games bisa terulang,’’ ucap Indro.

Dari peta persaingan, tuan rumah bukan kendala utama. Meskipun hampir pasti mereka kebagian medali dari nomor seni. Tapi, pesaing utama kita adalah Vietnam dan Thailand. Juga Malaysia yang merupakan juara umum SEA Games edisi 2017. Saat itu mereka (sebagai tuan rumah) menyapu sepuluh emas sekaligus. Tiga di antaranya berasal dari nomor seni. Sementara itu, Indonesia hanya mengais dua emas.

Editor: Ainur Rohman
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore