
Pesilat Indonesia Zaki Zikrillah memendam harapan berprestasi di ajang Asian Games atau Olimpiade. (Istimewa)
JawaPos.com-Keberhasilan meraih medali emas SEA Games 2025 tak membuat Zaki Zikrillah Prasong puas. Pesilat kebanggaan Indonesia itu masih memendam asa dan harapan untuk bisa berprestasi di ajang Asian Games atau Olimpiade.
Zaki Zikrillah jadi salah satu penyumbang emas untuk Indonesia di SEA Game 2025. Dia bertarung di kelas C 55-60 kg putra, yang ternyata baru pertama kali dirasakan.
Dia sebelumnya biasa beraksi di nomor tanding kelas 50-55 kg. Pun begitu, Zaki Zikrillah ternyata hasilnya bisa jadi yang terbaik di nomor barunya. Dia menang walk over (WO) atas pesilat tuan rumah Tinnapat Janjaroen di Impact Arena, Nonthaburi, Rabu (17/12).
“Ini pertama kali saya bermain di kelas 55-60 kg, jadi sangat menantang,” ujar Zaki.
Bagi Zaki, ini menjadi emas keduanya sepanjang keikutsertaannya di SEA Games. Kini, Zaki memiliki ambisi lain yang sebenarnya sudah tertanam dalam hati dan dirinya sejak lama. Yakni tampil di Asian Games atau Olimpiade.
"Selama menjadi atlet saya masih berharap bisa bermain di ajang Asian Games atau bahkan Olimpiade. Karena ajang itu adalah mimpi terbesar seorang atlet untuk bisa mengharumkan nama Indonesia di pentas dunia," kata Zaki.
Ambisi Zaki itu terbilang sulit. Sebab cabor pencak silat sangat jarang dipertandingkan di dua ajang bergengsi tersebut. Bahkan pada Asian Games 2026 saja sejauh ini tak ada pencak silat. Sementara di Olimpiade, cabor itu belum pernah dipertandingkan.
Zaki pun ke depan berencana mencari pekerjaan setelah meraih medali emas pencak silat SEA Games 2025 Thailand. Hal itu perlu karena belum ada kepastian karir jangka panjang sebagai atlet, meski pemerintah menjanjikan bonus hingga Rp 1 miliar.
Zaki juga mengungkapkan belum mendapatkan pengangkatan sebagai aparatur sipil negara meski sempat ada tawaran.
"Sepertinya mau cari kerja dulu, karena usia semakin naik,” kata Zaki Ikrillah.
“Ya, ada (tawaran ASN). Cuma kan nunggu yang kemarin waktu SEA Games Kamboja katanya mau diangkat jadi ASN, tapi belum ada sampai sekarang,” tambah Zaki.
Lebih lanjut Zaki menyebutkan medali emas tersebut ia persembahkan untuk keluarga dan daerah asalnya.
“Tentunya untuk kedua orangtua, keluarga, dan masyarakat Nusa Tenggara Timur,” ucap atlet berusia 24 tahun itu.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
