
Denzel Bowles gagal menjadi pemain Indonesia. (pba.ph)
JawaPos.com– Timnas basket mulai tidak percaya diri menghadapi SEA Games 2019 di Filipina. Penyebabnya, dua pemain yang diharapkan menjadi amunisi penting tidak bisa membela Indonesia. Denzel Bowles dan Brandon Jawato sama-sama tersandung problem naturalisasi. Bowles batal dinaturalisasi. Sementara itu, proses yang dijalani Jawato tersendat.
Dari dua nama itu, yang paling disesali adalah Bowles. Power forward berusia 30 tahun tersebut dipulangkan ke negara asalnya, Amerika Serikat, Minggu lalu (6/10). Menurut keterangan Manajer Timnas Fareza Tamrella, kondisi mental Bowles tidak stabil. Hal itu mengakibatkan dia tidak bisa beradaptasi secara baik dalam tim.
Bowles sempat memperkuat timnas saat mengikuti turnamen Hualien City Kwen Fu pada 23–30 September lalu di Taiwan. Hasilnya tidak bagus-bagus amat. Indonesia gagal menjadi juara. Saat itulah diketahui bahwa mood Bowles sangat mudah berubah. Kadang emosional, kadang baik-baik saja. Seperti gejala bipolar disorder. Namun, hal itu belum diketahui secara pasti.
Brandon Jawato CLS Knights vs Singapore Slingers 4 angger
Denzel Bowles gagal menjadi pemain Indonesia. (pba.ph)
’’Tidak bisa dimungkiri, ada masalah psikologis,’’ jelas Fareza saat dihubungi kemarin. ’’Kembali lagi, pemain asing ke Indonesia, ada budaya yang berbeda. Dia mengalami culture shock. Tidak memungkinkan untuk bersinergi lebih lanjut dengan timnas. Ya sudah, kami sama-sama move on,’’ lanjut dia.
Bowles direkrut timnas atas rekomendasi dari pelatih Rajko Toroman. Fareza mengungkapkan, sebelum memasukkan pemain kelahiran Virginia Beach, Virginia, tersebut ke timnas, pihaknya sudah melakukan serangkaian tes. Namun, tidak bisa dijadikan jaminan bahwa pemain yang bersangkutan baik-baik saja.
’’Kalau cuma tes kejiwaan, ya jelas hasilnya bagus. Tetapi, saat dalam perjalanan, atau kondisi sedang capek, atau gimana, bisa kumat. Itu nggak bisa dimungkiri,’’ ucap Fareza.
Fareza tidak ingin terburu-buru mencari pengganti Bowles. Memang, beberapa pemain asing yang dinaturalisasi itu ditargetkan bisa memperkuat timnas pada kualifikasi Piala Asia FIBA 2021. Karena itu, jika di SEA Games 2019 nanti Indonesia tidak diperkuat pemain naturalisasi, pihaknya sudah siap.
Pertengahan tahun lalu sebenarnya ada satu nama lagi yang mencuat sebagai kandidat pemain naturalisasi. Dia adalah Maxie Esho, bintang CLS Knights Indonesia saat merebut gelar ASEAN Basketball League (ABL) 2018–2019 Mei lalu.
Managing partner CLS kala itu, Christopher Tanuwidjaja, bahkan sudah siap membantu proses naturalisasi. Sayang, Esho dinilai tidak cocok dengan skema yang dipakai Toroman.
Lalu, bagaimana Jawato? Pemain yang pernah membela Pelita Jaya dan CLS Knights itu terikat kontrak dengan sebuah klub asing hingga November mendatang. PB Perbasi masih mengupayakan Jawato agar bisa diterjunkan dalam SEA Games.
’’Kami sangat berharap agar Brandon bisa join,’’ kata Fareza. ’’Kami sudah memberikan persyaratan kepada dia dan berharap agar dia bisa memenuhinya. Namun, dia belum menjawab memungkinkan atau tidak. Kami harus mencari titik tengah,’’ lanjut dia.
Tidak ingin masalah itu berlarut-larut, Fareza berfokus menyiapkan timnya. Timnas akan kembali berlatih pada Senin mendatang. Tetapi, tidak dimungkiri masalah tersebut juga membuat target menurun. ’’Semula kami berharap bisa emas. Kalau lihat kondisi sekarang, targetnya ya minimal mempertahankan peringkat dari SEA Games 2017. Perak,’’ imbuh Fareza.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
Hasil Play-off Liga 2: Adhyaksa FC Bungkam Persipura Jayapura 0-1 di Babak Pertama!
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
