
para suporter persib bandung saat menyaksikan laga perempat final leg kedua piala presiden antara persib bandung melawan pusam mania borneo FC di Stadion Jalak Harupat, Bandung, (26/09).
JawaPos.com - Suksesnya Persib Bandung ke babak semifinal Piala Presiden rupanya harus dibayar mahal.
Mereka harus rela mendapatkan denda dari promotor turnamen, Mahaka Sports & Entertianment sejumlah Rp 15 juta. Ini karena cerawat atau flare dinyalakan Bobotoh-julukan suporter Persib di tengah pertandingan.
Hal yang sama juga akan diterima PSM Makassar yang juga memperlihatkan kerusuhan yang diawali pembakaran flare. Lebih parah, suporter PSM harus bentrok dengan petugas kepolisian. Ini menjadi preseden buruk buat Piala Presiden. Padahal sejak awal, mereka punya misi untuk memberikan kemasan sepak bola Indonesia yang lebih baik.
Tetapi, sejauh ini harus tercoreng dengan kerusuhan di dua tuan rumah Sabtu lalu (26/9). Hasani Abdulgani, CEO Mahaka menyebutkan bahwa timnya terus berusaha melakukan perbaikan. "Tetapi sesuai regulasi mereka harus didenda Rp.15 juta," katanya kepada Jawa Pos Minggu (27/9).
Berdasar hal tersebut, Hasani akan memotong sisa kontribusi match fee yang belum diterima dua klub tersebut.
"Karena itu, kami akan memaksimalkan sisa komersial yang belum mereka terima," lanjut Hasani. Atas kondisi ini, PSM dan Persib harus mematuhi regulasi yang sudah disepakati sebelumnya.
Selain itu, skuad Persib juga harus membayar denda enam kartu kuning dan sebuah kartu merah buat Ilija Spasojevic. Jika dijumlah sekitar Rp. 17 juta harus dibayarkan manajemen Persib, rinciannya Rp. 5 Juta untuk satu kartu merah, selanjutnya Rp.2 juta untuk kartu kuning.
Hukuman tersebut secara teknis bisa mengganggu kondisi persiapan mereka sebelum semifinal leg pertama pada 3 dan 4 Oktober 2015 akhir pekan ini. Umuh Muhtar, manajer Persib menyatakan kepada Jawa Pos bahwa dirinya lebih mementingkan kesiapan timnya ketimbang hanya pusing masalah denda.
"Sebenarnya kalau flare kemarin itu kan setelah pertandingan," kilahnya.
Padahal, flare yang dinyalakan Bobotoh itu sudah terlihat sejak separo babak kedua berjalan. Kondisi itu harus dimaklumi manajemen Persib. Tetapi Umuh menekankan kepada supporter Persib untuk terus mendukung timnya walaupun denda sudah diterima.
"Yang penting bagi kami adalah hiburan dan tren juara yang kami jalankan saat ini, berbagai upaya tentu kami jalankan," sebutnya.
Terpisah, Sumirlan Candra, Direktur Teknik menjelaskan bahwa kisruh di Makassar tersebut lahir bukan tanpa sebab.
Menurutnya, jika kepemimpinan wasit bagus, tentu kondisi tersebut bisa diminimalisir. Wajar, karena PSM selalu tampil dominan di setiap laga kandang mereka, Sedangkan Maczman-suporter PSM-dan skuad Juku Eja pun sudah rindu akan raihan prestasi yang sudah lama tidak mereka dapatkan.
"Kalau denda apapun harus kami terima," katanya. (nap/andi/JPG)

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
