Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 15 Juli 2023 | 17.15 WIB

Kedisiplinan, Kunci Eksistensi Klub Renang Hiu Surabaya: Telat Satu Menit, Langsung Disuruh Pulang

Klub renang Hiu Surabaya yang sudah menelurkan banyak atlet nasional. - Image

Klub renang Hiu Surabaya yang sudah menelurkan banyak atlet nasional.

JawaPos.com - Edie Sutrisno Halim masih ingat. Lebih dari dua dekade lalu dia beberapa kali kena marah pelatih sekaligus pendiri klub renang Hiu, Iskandar Suryaatmadja.

Penyebabnya, dia datang terlambat. Meski hanya telat satu menit, tidak ada toleransi. Eks atlet PON Jatim 2004 dan 2008 itu harus pulang.

’’Kami dibrifing, dimarahin, suruh pulang,” kenang Edie yang kini menjadi pelatih kepala Hiu kepada Jawa Pos.

Iskandar sudah tiada pada 2003. Namun, karakteristik disiplin tidak hilang begitu saja di Hiu. Sang istri, yang juga penerus klub, Nanik Juliati Suryaatmadja menerapkan metode latihan yang sama.

Peraih 11 emas PON 1977 itu merasa disiplin tetap jadi kunci.

’’Memang ada pro dan kontra, tapi kami berusaha menjelaskan (kepada anak dan orang tua, Red),” kata Nanik.

’’Kami disiplin ada tujuannya. Kalau ada apa-apa dengan anaknya yang mencari siapa, kalau tidak disiplin yang tanggung jawab siapa,” lanjut sosok kelahiran Surabaya, 10 Juli 1956, itu.

Hasil dari pendidikan disiplin tersebut masih terlihat. Selain Nanik, yang meraih enam emas SEA Games 1977, ada juga atlet nasional era 1990-an Rita Mariani. Lalu, kedua buah hati Iskandar-Nanik. Yakni, Nancy dan Omar Suryaatmadja. 

Nancy meraih tujuh emas dan dua rekornas saat tampil di PON XVII 2008 Kalimantan Timur. Sementara Omar, yang tampil di event yang sama, mampu memecahkan rekor PON 50 meter gaya bebas putra yang dimiliki Richard Sam Bera.

Dia juga memecahkan rekornas nomor yang sama saat tampil di Kejuaraan Renang Antar Perkumpulan Se-Indonesia 2009.

Terakhir, saat PON XX Papua 2021 lalu, ada Richie Augusta Wibowo yang meraih emas renang perairan terbuka 3 km. Kemudian, ada Adinda Larasati Dewi yang menyabet tujuh emas PON XX Papua. Sejak usia 5 tahun, Adinda sudah merasakan didikan keras Hiu. 

Kini, di tengah kekuatan klub renang yang semakin merata, Hiu masih berusaha terus eksis menelurkan atlet berprestasi. Namun, terlepas dari jumlah gelar, setidaknya seluruh atlet Hiu sudah merasakan satu pelajaran penting dalam hidup. Yaitu, disiplin.

’’Zaman sekarang belajar (teknik, Red) bisa di mana saja. Cuma, kami punya disiplin. Dengan disiplin semua akan berjalan, hidup akan lebih tertata,” ucap Nanik. 

Editor: Candra Kurnia Harinanto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore