Logo JawaPos
Author avatar - Image
29 Desember 2025, 16.49 WIB

Wadubes Irene: Hubungan Diplomatik Indonesia - Tiongkok harus Saling Menguntungkan

Wadubes RI untuk Beijing Irene. (Istimewa)

JawaPos.com - Indonesia terus mengoptimalkan hubungan diplomatik Tiongkok. Hubungan itu harus saling menghormati, setara, dan saling menguntungkan kedua negara. 

Wakil Duta Besar (Wadubes) Republik Indonesia untuk Beijing Irene menuturkan, diplomasi yang berlandaskan kepercayaan politik dan kerja sama konkret menjadi kunci di tengah dinamika geopolitik dan ekonomi kawasan. Untuk itu, hubungan bilateral Indonesia dan Tiongkok terus diarahkan pada penguatan kemitraan strategis yang saling menghormati, setara, dan saling menguntungkan.  

Irene mengungkap tiga elemen utama yang menjadi fokus visi dan misi dalam menjalankan amanah yang diberikan Presiden Prabowo Subianto. Pertama, mendukung terbangunnya kepercayaan politik tingkat tinggi serta dialog strategis antara kedua negara yang senantiasa didasarkan pada saling menghormati, kesetaraan, dan prinsip non-intervensi. 

"Dalam Bahasa Mandarin, kita sering mengenal istilah 利共赢 (hùlì gòngyíng) yang berarti “saling menguntungkan dan menang bersama”. Semangat inilah yang ingin saya bawa dalam berkontribusi, memastikan bahwa kerja sama kita berlangsung secara adil, seimbang, dan berkelanjutan," kata Irene dalam keterangannya kepada wartawan, Senin (29/12).

Kedua, mendorong kerja sama konkret yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat kedua negara. Kerja sama itu mencakup bidang perdagangan dan investasi, pembangunan hijau, inovasi digital, kesehatan, pendidikan, serta pertukaran antarmasyarakat.  

Indonesia dan Tiongkok memiliki peran strategis sebagai sesama negara Global South dalam mendorong stabilitas kawasan dan pembangunan global. “Dengan kerja sama yang bijaksana, Indonesia dan Tiongkok dapat berkontribusi pada terciptanya stabilitas regional dan pembangunan global yang inklusif, menuju apa yang sering disebut sebagai 运与共 (mìngyùn yǔ gòng), atau masa depan bersama,” papar perempuan yang fasih berbahasa mandarin dan Inggris itu. 

Ketiga, pelayanan dan perlindungan terhadap komunitas Indonesia di Tiongkok. Irene menegaskan, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Beijing harus tetap menjadi rumah yang hangat dan terbuka bagi seluruh warga Indonesia, termasuk pelaku usaha, pekerja, mahasiswa, peneliti, dan keluarga. 

“Kami akan terus berupaya melindungi hak-hak warga negara Indonesia, mendukung aktivitas mereka, serta mengapresiasi setiap capaian yang diraih. Keberhasilan warga Indonesia di Tiongkok juga merupakan keberhasilan bangsa Indonesia,” tuturnya. 

Selama ini, imbuh Irene, selama ini Indonesia dan Tiongkok memiliki kesamaan nilai kultural yang sama-sama memandang keberagaman sebagai sumber kekuatan. Ia mengutip ungkapan Tiongkok 而不同 (hé ér bù tóng), yang berarti harmoni tanpa keseragaman, serta semboyan nasional Indonesia Bhinneka Tunggal Ika. 

“Kedua nilai tersebut mengajarkan bahwa perbedaan tidak menjadi penghalang untuk bekerja sama, melainkan menjadi modal untuk membangun kemitraan yang saling menghormati dan berorientasi ke masa depan,” tandas dokter umum cantik ini. Dia menyampaikan optimisme terhadap masa depan Indonesia. "Indonesia merupakan bangsa yang hebat, bersama kita bisa mencapai Indonesia Emas," tegasnya. 

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore