
Drummer Hendra Dwiartha mengikuti kursus kepelatihan sepak bola (baliutd.com)
JawaPos.com-Ada cerita menarik datang dari pelaksanaan Kursus Kepelatihan Lisensi D PSSI Volume 3 di Bali United Training Center, Gianyar.
Di antara 30 peserta yang mengikuti pelatihan sejak Senin (6/10) hingga Sabtu (10/10), ada satu sosok yang cukup mencuri perhatian. Bukan karena latar belakangnya di dunia sepak bola, melainkan karena kiprahnya sebagai musisi ternama di Bali.
Ya, dia adalah Hendra Dwiartha, drumer band rock legendaris asal Pulau Dewata, Band Lolot. Di tengah kesibukannya bermusik, Hendra ternyata menyimpan kecintaan mendalam pada sepak bola.
Tak hanya sebatas penonton atau penggemar, dia kini ingin memahami permainan si kulit bundar dari sisi lain yakni sebagai pelatih sepak bola.
“Saya cinta sepak bola sejak kecil. Saya tumbuh di lingkungan yang akrab dengan sepak bola, jadi meskipun tidak menjadi pemain, saya ingin tahu lebih dalam soal ilmu kepelatihan,” ujar Hendra dengan antusias saat ditemui usai sesi latihan.
Langkah Hendra mengikuti kursus lisensi pelatih ini tak lepas dari keinginan untuk berkembang, sekaligus memberi kontribusi bagi sepak bola di Bali. Dia mengaku banyak belajar dari para instruktur yang berpengalaman serta menikmati suasana belajar di fasilitas berkelas milik Bali United.
“Materi yang diberikan sangat padat dan efektif, instruktur juga luar biasa. Fasilitas di Bali United Training Center ini benar-benar mendukung kami untuk belajar dengan maksimal,” tambah Hendra.
Tak berhenti di situ, Hendra juga sudah punya rencana setelah resmi menyandang lisensi pelatih D PSSI nanti. Di sela jadwal manggung bersama Band Lolot, dia berkeinginan melatih anak-anak di sekolah sepak bola (SSB) di Denpasar, tempat putranya juga berlatih.
“Kalau nanti sudah pegang lisensi, saya ingin bantu di SSB tempat anak saya latihan. Biar bisa sekalian belajar bareng dan berbagi ilmu di sana,” ujar sang drumer sambil tersenyum.
Semangat Hendra ini menjadi bukti bahwa passion tak selalu harus berjalan di satu jalur saja. Meski dikenal sebagai musisi profesional, dia tetap punya ruang untuk menyalurkan cintanya pada dunia olahraga.
Langkahnya juga bisa menjadi inspirasi bagi banyak orang bahwa tidak ada kata terlambat untuk belajar hal baru, apalagi jika didasari oleh rasa cinta dan niat tulus. Kehadiran sosok seperti Hendra di kursus kepelatihan ini turut memberi warna tersendiri bagi peserta lain.
Dengan latar belakang berbeda, dia menunjukkan bahwa sepak bola bukan hanya milik pemain atau pelatih profesional, tapi juga milik siapa saja yang punya semangat untuk berkontribusi.
Kini, setelah terbiasa menabuh drum di atas panggung bersama Band Lolot, Hendra siap menabuh semangat baru di lapangan hijau. Dia berharap bisa membantu mencetak generasi muda yang memiliki teknik dan mental kuat, seperti halnya ritme musik yang dia jaga selama ini.
“Kalau di musik kita harus jaga tempo dan harmoni, di sepak bola juga sama. Semua butuh kerja sama, timing, dan disiplin,” ungkap Hendra.
Langkah Hendra Dwiartha ini menjadi kisah inspiratif tentang bagaimana seorang musisi bisa membawa semangat yang sama dalam dunia olahraga. Dari panggung konser hingga lapangan sepak bola, semangatnya tetap satu menciptakan harmoni, baik lewat irama musik maupun permainan tim.

Penjelasan PLN Jakarta Mati Lampu Serentak Hari Ini, MRT hingga Lampu Merah Padam Total
Selain Tangkap Bupati Tulungagung, KPK Amankan Sekda hingga Kadis PUPR
11 Tempat Kuliner Gudeg di Surabaya Paling Enak Soal Rasa Bikin Nostalgia dengan Jogja
Profil Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo, Kader Partai Gerindra yang Terjaring OTT KPK
Muncul Dua Nama Terduga Pelaku Penipuan Rekrutmen ASN Pemkab Gresik, Satu Pegawai Aktif
KPK OTT Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo
Sederet 15 Kuliner Steak di Surabaya Paling Enak dengan Saus Lezat yang Wajib Dicoba Pecinta Daging
12 Pilihan Restoran Terenak di Malang untuk Keluarga dengan Suasana Adem dan Punya Spot Instagramable
Kuliner di Surabaya: 17 Rekomendasi Bakso Terbaik dengan Rasa Autentik
Resmi! 8 Bintang Absen di Laga Persija Jakarta vs Persebaya Surabaya, GBK Bergemuruh Sambut Jakmania dan Bonek
