Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 2 Februari 2024 | 19.15 WIB

Bolehkah Muslim Merayakan Imlek? Apakah Imlek Perayaan Keagamaan Bukan Kebudayan? Simak Jawabannya

Muslim merayakan Imlek dengan kolega dankerabatnya. (MuslimSG) - Image

Muslim merayakan Imlek dengan kolega dankerabatnya. (MuslimSG)

JawaPos.com – Imlek atau tahun baru Cina adalah sebuah tradisi yang selalu dirayakan oleh masyarakat Tionghoa di seluruh dunia khusunya di Tiongkok.

Umumnya, Imlek dirayakan oleh umat Tionghoa non-Muslim, Namun, apakah Tionghoa Muslim juga bisa merayakannya? Kita harus tahu dulu keragaman dalam Islam dan esensi dari Imlek Itu sendiri.

Dilansir dari muslim.sg, Islam adalah agama yang merayakan beragam tradisi dan praktik budaya. Tidak ada hegemoni budaya dalam Islam.

Pesan universal Islam menunjukkan bahwa umat Islam dari latar belakang budaya dan etnis yang berbeda dapat terus menjalankan tradisi mereka dan menyelaraskannya dengan keyakinan dan praktik Islam.

Selama periode awal munculnya agama Islam, umat Islam dari berbagai wilayah budaya dan geografis menganut agama baru ini sambil tetap mempertahankan identitas budaya mereka yang kuat.

Mereka tidak di-Arab-kan hanya karena mereka menjadi Muslim. Misalnya, Sahabat Salman al-Farisi yang merupakan seorang Persia, tetap mempertahankan nama Persianya dan bahkan memperkenalkan beberapa praktik Persia kepada umat Islam Arab saat itu.

Saat ini, Islam terus dianut oleh miliaran umat Islam di seluruh dunia. Faktanya, mayoritas umat Islam tidak tinggal di Timur Tengah.

Negara mayoritas Muslim terbesar adalah Indonesia. Ada Juga jutaan Muslim yang tinggal di Tiongkok, dengan masjid-masjid yang dibangun dengan arsitektur khas negara tirai bambu tersebut.

Di Singapura, meski mayoritas umat Islam di sini beragama Melayu, namun ada etnis lain seperti India dan Tionghoa yang juga menganut agama Islam.

Banyak dari Muslim Tionghoa di Singapura adalah biracial, seperti Sakinah Rafiq Tan Hui Ling, dan mereka merayakan Hari Raya dan Tahun Baru Imlek.

Bagi komunitas Tionghoa, merayakan Tahun Baru Imlek merupakan bagian integral dari warisan budaya Tionghoa.

Perayaan ini dirayakan pada malam Tahun Baru Imlek dengan mengadakan makan malam reuni, di mana keluarga bertemu untuk menghidupkan kembali ikatan dan menikmati kebersamaan satu sama lain.

Dilanjutkan dengan kunjungan keesokan harinya untuk mempererat keluarga dan tali silaturahmi satu sama lain.

Menjadi seorang Muslim bukan berarti harus meninggalkan warisan budayanya. Bagi seorang Muslim Tionghoa, perayaan Tahun Baru Imlek merupakan momen penting yang mengekspresikan identitas etnis mereka.

Terlebih lagi, saat ini Tahun Baru Imlek merupakan perayaan budaya dan pada dasarnya bukan festival berbasis ritual keagamaan. Lalu, bolehkah umat Islam merayakan Tahun Baru Imlek? Jawaban singkatnya adalah ya.

Editor: Nicolaus Ade
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore