
DI TEMPAT BARU: Nezar Patria cuti sejenak dari dunia jurnalistik. Kini dia mendapat tantangan baru di PT Pos Indonesia. (NEZAR PATRIA FOR JAWA POS)
JawaPos.com – Dari lima wakil menteri yang dilantik Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Negara, Jakarta, pada Senin (17/7), terdapat satu nama yaitu Nezar Patria. Dia dipercaya menjadi wamenkominfo.
Sosok ini mengawali karirnya sebagai wartawan dan sebelum dilantik pernah berada di jajaran direksi BUMN, yakni PT Pos Indonesia.
Presiden Jokowi mengatakan, Nezar Patria dipilih sebagai Wamenkominfo bertujuan agar proyek Kominfo lekas rampung. Terlebih, setelah kementerian itu ditinggal Johny G Plate, Menkominfo sebelumnya. Menteri yang juga sekjen Partai Nasdem itu terseret kasus dugaan korupsi proyek BTS 4G dan infrastruktur BAKTI Kominfo. “Semuanya dalam tujuan akhir agar segera bekerja cepat,” kata Presiden Jokowi dalam keterangan persnya.
Lantas, seperti apa jejak karir seorang Nezar Patria hingga didaulat sebagai Wamenkominfo?
Aktivis Lulusan Filsafat UGM
Nezar Patria lahir di Aceh pada 5 Oktober 1970. Dia putra dari tokoh pers senior Aceh sekaligus Pemimpin Redaksi Serambi Indonesia, Sjamsul Khahar.
Nezar Patria tercatat merupakan lulusan Fakultas Filsafat Universitas Gadjah Mada (UGM) 1997. Dia melanjutkan pendidikan magister di London School of Economics (LSE), Universitas London, Inggris, dengan jurusan Sejarah Hubungan Internasional.
Selama di UGM, Nezar aktif dalam gerakan mahasiswa pro demokrasi pada 1990-an hingga 1998. Kala itu, dia merupakan Sekjen Solidaritas Mahasiswa Indonesia untuk demokrasi (SMID).
Pernah Diculik di Era Orde Baru
Aktivitas Nezar bersama rekan sejawatnya sempat masuk dalam daftar hitam rezim orde baru. Konon, dia sempat diculik hingga kisahnya ditulis dalam sebuah artikel berjudul "Di Kuil Penyiksaan Orde Baru".
Kisah tersebut diketahui menjadi insiprasi terbitnya novel berjudul Laut Bercerita karya penulis legendaries Leila Chudori. Selain itu, Nezar Patria pernah tergabung sebagai relawan di Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS)
Wartawan
Melanjutkan perjalanannya sebagai aktivis, Nezar terus bergerak dari sisi jurnalis. Sejak 1990 hingga kini, Nezar sudah banyak menjejaki media massa dan organisasi serupa.
Berikut ini daftar media yang pernah dijejaki Nezar Patria:
- Wartawan majalah D & R (1999-2000)
- Editor MBM TEMPO (1999-2008)
- Ketua Umum Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia (2008-2011)
- Editor Prismas, Jurnal Pemikiran Ekonomi dan Politik, LP3ES, Jakarta (2009-2020)
- Co-founder dan Redaktur Pelaksana Viva.co.id (2008-2014)
- Wakil Pemimpin Redaksi CNN Indonesia Digital (2014-2015)
- Anggota Dewan Pers, Ketua Komisi Hubungan Antar Lembaga dan Luar Negeri, Dewan Pers Indonesia (2013-2019)
- Direktur Konten PT Niskala Media Tenggara (2015-2020)
- Pemimpin Redaksi The Jakarta Post (2015-2020)

Kronologi Beckham Putra Nyaris Bersitegang dengan Penonton usai Laga Indonesia vs Mozambik
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Shin Tae-yong Bajak Staf Persebaya Surabaya, Gerbong Eks Timnas Indonesia Bisa Diboyong ke Persija Jakarta
8 Pertanyaan Pribadi yang Tidak Boleh Ditanyakan Pada Orang Lain, Tidak Peduli Seberapa Baik Mereka Mengenal Seseorang Menurut Psikolog
Harga BBM Pertamina Terbaru: Pertamax Naik Jadi Rp 16.250 per Liter Mulai 10 Juni 2026
Viral Investor MBG Ngamuk di Kantor BGN, APGI 3T Sebut Aksi Spontan Atas Potensi Kerugian Rp 1,8 Triliun
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Timnas Afrika Selatan di Piala Dunia 2026: Daftar Lengkap Skuad, Statistik, dan Jadwal Pertandingan
Resmi! 9 Pemain Persebaya Surabaya Hengkang, Era Baru Bernardo Tavares Dimulai dengan Cuci Gudang
