
Popeye yang menjadi kuat setelah makan bayam. (WDW News)
JawaPos.com - Masih ingat dengan kartun klasik, Popeye si Pelaut, yang bisa menjadi kuat jika makan sayur bayam dari kaleng yang selalu ia bawa?
Ternyata, kekuatan tersebut adalah hasil dari kesalahan ketik titik desimal kandungan zat besi pada penelitian tahun 1870.
Dilansir JawaPos.com dari Business Insider, seorang ahli kimia asal Jerman, Erich von Wolf, meneliti manfaat gizi bayam pada 1870.
Erich tanpa sengaja mengetik titik desimal pada tempat yang salah dan meningkatkan kadar zat besi pada sayuran tersebut hingga 10 kali lipat dari jumlah sebenarnya. Yang seharusnya 3,5 gram, menjadi 35,0 gram, dan menjadikan bayam dianggap memiliki jumlah zat besi yang sangat tinggi.
Di sisi lain, kartun Popeye yang populer pada tahun 1930-an dan menampilkan kekuatan dari bayam, membuat penjualan bayam melonjak drastis di Amerika Serikat.
Bahkan, karakter kartun klasik itu telah meningkatkan konsumsi bayam sebesar 33 persen dan menyelamatkan industri serta petani bayam.
Kebenaran mengenai kesalahan ketik pada penelitian Erich von Wolf baru disadari para peneliti pada 1937 dan mereka segera mencoba memperbaikinya.
Pada 1981, Terry Hamblin, konsultan hematologi di Royal Victoria Hospital, angkat bicara tentang kesalahan ketik tersebut.
Namun, Terry juga tidak dapat menemukan sumber titik desimal yang salah tempat, begitu pula dengan para peneliti lainnya.
Dilansir JawaPos.com dari Forbes, Dr. Mike Sutton pada 2010 juga mempelajari sains di balik kesalahan desimal tersebut dan melakukan penyelidikan.
Hasil yang ia dapat adalah mungkin adanya perbedaan pada cara pengukuran zat besi, misalnya menggunakan bayam basah atau kering.
Akibatnya, ada dua keyakinan yang saling bertentangan tentang kandungan zat besi pada sayur bayam.
Pertama, anggapan bahwa Popeye salah, dan kedua, bahwa bayam merupakan sumber zat besi yang baik bagi manusia.
Kartun Popeye sudah terkenal ke seluruh dunia, dan kisah bayam membuat kuat itu terus berlanjut sampai sekarang.
Bahkan hingga saat ini, banyak yang menganggap bahwa bayam mengandung zat besi sebanyak daging merah dan masih disarankan bagi pasien anemia. (*)

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
