
JALANI DUA DUNIA: Edwin Manansang di gedung Kemenko Perekonomian, Jakarta (6/1). Dia kini fokus pada kariernya sebagai staf ahli di Kemenko Perekonomian. (SALMAN TOYIBI/JAWA POS)
Generasi ’90-an tentu tak asing lagi dengan Edwin Manansang. Pria bernama lengkap Rizal Edwin Manansang itu merupakan salah satu personel Trio Libels. Trio yang beranggota Edwin, Ronnie Sianturi, dan Yanni Rusiana Djunaedi itu dikenal sebagai boyband pertama di tanah air. Nah, kalau dulu Edwin dikenal sebagai artis, kini dia adalah pejabat di lingkungan Kemenko Perekonomian.
Apa kesibukan Mas Edwin sekarang?
Ya seperti biasa. Setiap hari harus ngantor sebagai PNS. Kebetulan saya kantornya ada dua. Di Kemenko Perekonomian. Jabatan definitif saya sebagai staf ahli bidang transformasi digital. Sementara kalau di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) sebagai Sekjen Dewan Nasional KEK. Jadi, memang mendapatkan pekerjaan dari Pak Menko Airlangga Hartarto untuk menjabat di dua tempat sekaligus.
Bagaimana kesibukan di bidang entertainment?
Sudah berhenti, soalnya enggak ada waktunya. Tapi, saya masih menjaga hubungan yang sangat baik dengan teman-teman artis, sesekali masih ketemu.
Mas Edwin dulu sekolah di Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN), lalu pada saat yang sama menjadi personel Trio Libels. Boleh diceritakan bagaimana proses itu?
Jadi dulu saat jadi artis itu, memang saya sudah menjadi PNS. Trio Libels dulunya juara I ajang Bintang Radio dan Televisi di tahun 1983. Lalu, enam tahun kami berjuang, akhirnya punya album Gadisku pada 1989. Pada masa itu, tidak mudah untuk trio laki-laki merilis album karena dulu orang lebih senang lagu-lagu yang cenderung mellow. Ternyata, album kami meledak di pasaran, itu kami enggak nyangka.
Mengatur waktu untuk kuliah, kerja, dan manggung bagaimana?
Tahun 1983–1986 itu saya kuliah D-3. Itu belum keluar album. Setelah 1986 saya lulus D-3, harus kerja dulu 2,5 tahun di Kementerian Keuangan. Itu saya harus tes untuk masuk ke tingkat IV. Tes saya lulus, lalu masuk tingkat IV. Dan pada saat itu tahun 1989 album pertama rilis. Bayangkan saja, itu pusing sekali mengatur acara ini itu.
Lalu, bagaimana kesibukan menjalani dua dunia yang sangat berbeda, PNS dan artis?
Nah itu, saya harus jungkir balik. Tiap weekend harus ke luar kota, Jumat sore berangkat, Senin pagi harus masuk kuliah. Kalau enggak disiplin dan nilai saya kurang, bisa drop out. Saya enggak pernah merasakan show itu jalan-jalan atau gimana. Soalnya, saya malah belajar. Kalau perlu, saya mengerjakan PR di pesawat. Setiap manggung itu saya selalu bawa buku sambil belajar. Dulu belum ada laptop, e-mail, handphone, jadi semua PR ya harus ditulis.
Artinya, boleh dibilang Mas Edwin bisa balance dalam menjalankan dua kesibukan itu?
Ya memang usahanya berat, struggling sih. Kalau dibandingkan Ronnie atau Yanni, kayaknya suara saya enggak sebagus mereka. Soalnya, mereka lebih serius. Balance-nya memang dapat, tapi ya setiap orang punya kelebihan dan kekurangan.
Lebih menikmati yang mana, menjadi penyanyi atau pejabat?
Dua-duanya. Kalau diminta memilih juga enggak bisa. Buat saya, bekerja dan memiliki jabatan merupakan sebuah kehormatan. Artinya, saya diberi kepercayaan menjadi abdi negara. Itu juga sudah saya tempuh sejak di STAN. Sekarang saya sudah di tahap eselon I, saya bersyukur apa yang saya rintis selama ini membuahkan hasil yang maksimal.

Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
Prediksi Skor PSMS Medan vs Port FC Piala Presiden 2026: Debut Bruno Moreira Usai Tinggalkan Persebaya Surabaya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kronologi Tewasnya Satpam Jatiluhur Purwakarta: Rekam Vandalisme hingga Tewas Terborgol
Prediksi Susunan Pemain PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Port Lions Masih Terlalu Digdaya!
Profil Fajar Listyantara, Legenda PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta yang Meninggal Dunia Akibat Gagal Ginjal
5 Bintang Sepak Bola yang Alami Kenaikan Nilai Pasar setelah Piala Dunia FIFA 2026
Prediksi PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Ujian Berat Ayam Kinantan Hadapi Sang Juara Bertahan
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Momentum Green Force Unjuk Gigi
