Ilustrasi awan cumulonimbus. (thoughtco.com)
JawaPos.com - Awan cumulonimbus atau dikenal sebagai awan badai, merupakan fenomena cuaca yang menarik dan penting untuk diketahui.
Awan ini dapat membawa hujan lebat, kilat, bahkan tornado, yang terdapat pada beberapa kasus.
Namun, sebenarnya apa itu awan cumulonimbus? Apa yang menyebabkan terbentuknya awan cumulonimbus? Berikut penjelasan terkait awan cumulonimbus dan proses terjadinya.
Baca Juga: Maruarar Sirait Gabung Prabowo-Gibran, Koalisi Indonesia Maju Dinilai Semakin Berada di Atas Awan
Apa itu Awan Cumulonimbus?
Dilansir dari sciencedirect.com, awan cumulonimbus merupakan gerakan awan atau sistem yang menghasilkan curah hujan dan kilat.
Seringkali terjadi hujan es besar, hembusan angin kencang, tornado, hingga hujan yang lebat. Banyak beberapa lokasi di bumi, yang bergantung dengan awan cumulonimbus untuk menghasilkan curah hujan.
Awan kumulonimbus juga memainkan peran penting dalam energi global dan sirkulasi umum atmosfer secara efisien, dengan mengangkut uap air dan panas laten, yang masuk ke bagian atas troposfer dan stratosfer bawah.
Biasanya awan ini memiliki bentuk pipih di bagian atasnya, terlihat halus, berserat, atau lurik. Sedangkan di bagian bawah awan cumulonimbus sering kali terdapat awan rendah dan bergerigi.
Biasanya awan tersebut memiliki warna yang cukup gelap memiliki kemungkinan antara menyatu dan tidak dengan dasar awan cumulonimbus.
Efek awan cumulonimbus dapat menyebabkan hujan deras, banjir bandang, angin garis lurus, serta badai petir.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
