Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 23 Januari 2024 | 01.20 WIB

Sejumlah Daerah di Jawa Tengah Berpotensi Kena Guguran Lava dan Awan Panas Gunung Merapi, BNPB Minta Warga Waspada

Petugas BPBD membagi masker kepada warga di Boyolali, Jawa Tengah, pada Minggu (21/1), imbas hujan abu vulkanik erupsi Gunung Merapi. - Image

Petugas BPBD membagi masker kepada warga di Boyolali, Jawa Tengah, pada Minggu (21/1), imbas hujan abu vulkanik erupsi Gunung Merapi.

JawaPos.com–Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan, Gunung Merapi mengalami erupsi pada Minggu (21/1) pukul 14.2 WIB.

Erupsi Gunung Merapi itu menyebabkan terjadinya hujan abu vulkanik di wilayah Kabupaten Boyolali dan Klaten, Provinsi Jawa Tengah. Namun, BNPB juga meminta warga di wilayah lain untuk tetap mewaspadai guguran lava dan awan panas akibat erupsi Gunung Merapi di beberapa wilayah Provinsi Jawa Tengah.

Dilansir dari Kantor Berita Antara saat ini hujan abu vulkanik sedang melanda wilayah Kabupaten Boyolali tepatnya di Kecamatan Selo dan Cepogo. Hujan abu vulkanik juga terjadi di Desa Majengan dan Tegalmulyo, Kabupaten Klaten.

Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan, tim gabungan masih terus melakukan koordinasi dan pendataan di wilayah terdampak erupsi.

”Tim gabungan terus berkoordinasi dan melakukan pendataan serta pemantauan di wilayah terdampak erupsi Gunung Merapi,” ujar Abdul Muhari.

Selain itu, dia mengatakan, guguran lava dan awan panas dari Gunung Merapi dapat berdampak ke wilayah di selatan-barat. Wilayah itu meliputi Sungai Boyong, Bedog, Krasak, dan Bebeng. Sedangkan di wilayah tenggara meliputi Sungai Woro dan Gendol.

Hal itu karena jika terjadi letusan eksplosif dari Gunung Merapi, lontaran material vulkanik menimbulkan dampak di area dalam radius tiga kilometer dari puncak gunung. Pihaknya menganjurkan agar kegiatan penambangan di alur sungai dan berhulu di Gunung Merapi dalam kawasan rawan bencana III dihentikan sementara.

Sebab, daerah itu sangat berpotensi terdampak guguran awan panas, aliran lava, serta lontaran batu dan material vulkanik lain. BNPB juga meminta pelaku wisata dan warga untuk tidak melakukan kegiatan di daerah yang sekiranya berpotensi terkena dampak abu vulkanik dan lahar akibat erupsi Gunung Merapi.

”BNPB mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi yang belum bisa dipastikan kebenarannya. Oleh karena itu, harap masyarakat selalu mengikuti arahan dan imbauan dari pemerintah daerah setempat,” ucap Abdul Muhari.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore