Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 22 November 2023 | 13.59 WIB

Apa Arti Black Friday? Simak Makna dan Sejarah Kemunculannya, Diperingati Satu Hari setelah Thanksgiving

Suasana pengunjung membeli barang diskon saat Black Friday / sumber: britannica.com - Image

Suasana pengunjung membeli barang diskon saat Black Friday / sumber: britannica.com

JawaPos.com – Black Friday merujuk pada hari setelah Thanksgiving yang dirayakan pada hari Jumat keempat di bulan November, di mana pada tahun ini jatuh pada 24 November 2023.

Hari ini telah menjadi hari penawaran dan diskon belanja khusus yang menandai awal musim liburan natal.

Angka penjualan dari Black Friday sering dianggap sebagai tanda kesehatan ekonomi negara secara keseluruhan di AS.

Angka penjualan Black Friday yang lebih rendah dianggap sebagai pertanda pertumbuhan ekonomi yang lambat.

Sudah menjadi hal yang umum bagi para peritel untuk menawarkan promosi khusus secara online dan offline pada hari Black Friday.

Dikutip dari Investopedia pada Rabu (22/11), konsep mengadakan diskon pasca Thanksgiving sudah dimulai jauh sebelum nama ‘Black Friday’ diciptakan.

Dalam upaya untuk memulai musim liburan dan menarik banyak pembeli, toko-toko telah mempromosikan penawaran besar-besaran sehari setelah Thanksgiving dengan memanfaatkan libur karyawan pada hari Jumat.

Istilah Black Friday pertama kali muncul pada tahun 1869 saat terjadi krisis keuangan, yaitu jatuhnya pasar emas di Amerika Serikat pada 24 September 1869.

Saat itu, kejatuhan pasar saham mengakibatkan kebangkrutan massal.

Penggunaan istilah Black Friday secara tidak resmi muncul pada tahun 1924 terkait dengan Parade Thanksgiving Macy yang diikuti oleh musim belanja liburan.

Versi lain menyebutkan bahwa pada 1950-an, polisi di Philadelphia menggunakan istilah tersebut untuk menggambarkan kekacauan setelah Thanksgiving, di mana pembeli dan turis membanjiri kota sebelum pertandingan sepak bola Angkatan Darat dan Angkatan Laut AS.

Setelah pertandingan, kekacauan terjadi dengan banyak orang yang mencuri barang dari toko-toko, menyebabkan kerugian bagi penjual.

Pada tahun 1961, istilah Black Friday sementara diubah menjadi Big Friday untuk menghilangkan konotasi negatif.

Pada akhir 1980-an, istilah Black Friday diadopsi oleh pedagang dan pengecer sebagai kesempatan untuk memberikan penawaran menarik kepada pelanggan.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore