alexametrics

Setelah 12 Jam di Atas Bus…

27 September 2020, 12:06:27 WIB

JawaPos.com – Untuk bisa sampai ke Stadion Pamelingan di Pamekasan, kandang Madura United, lawan pertama mereka, Persib Bandung harus menempuh perjalanan 12 jam. Sejauh 803 kilometer dan mesti lewat darat, sesuai regulasi protokol kesehatan Liga 1.

Itu masih ’’lumayan”. Persita Tangerang malah lebih jauh jika harus melawat ke tempat yang sama: 918 kilometer. Jarak di atas 900 kilometer juga harus ditempuh saat tim asuhan Widodo Cahyono Putro itu away ke markas Arema FC di Malang.

Panjang, melelahkan, dan berisiko besar bagi kondisi fisik pemain. Apalagi, jarak antarlaga di lanjutan Liga 1 musim ini yang dimulai per 1 Oktober rata-rata hanya 3–4 hari.

Ini konsekuensi dari instruksi PSSI kepada PT Liga Indonesia Baru selaku operator untuk menyelesaikan Liga 1 dan Liga 2 dalam empat bulan. Atau pada Februari 2021. Alasannya, PSSI ingin bersiap diri jadi tuan rumah Piala Dunia U-20.

Baca juga: Uji Coba Saja Bobol, apalagi Laga Beneran

’’Jadwal ketat, apalagi melakukan perjalanan darat naik bus akan berpengaruh pada muscle hamstring dan flexibility body para pemain,” kata Sofie Imam Faisal, pelatih fisik klub Malaysia Sabah FA asal Indonesia, kepada Jawa Pos.

Di Malaysia yang sudah memulai lagi kompetisinya pada 26 Agustus lalu, jarak tiap pertandingan seminggu. Perjalanan pun bisa ditempuh dengan pesawat jika jaraknya memang tidak memungkinkan ditempuh melalui darat.

’’Sabah ke Kuala Lumpur, misalnya, menggunakan flight. Kecuali tidak ada airport baru kami flight ke kota terdekat dan sambung dengan bus,’’ terangnya.

Sofie menegaskan tidak mau membanding-bandingkan Liga Malaysia dengan Liga 1. Yang jelas, dia yakin para koleganya, pelatih fisik tim-tim Liga 1, sudah menyiapkan cara menyiasati waktu recovery atau pemulihan kondisi yang sempit untuk para pemain.

Dokter ahli fisik olahraga Sophia Hage juga menyebut, aspek recovery untuk atlet itu tidak sedikit. Misalnya, jika pemain kurang tidur alias tidak tidur 7–8 jam karena harus menempuh perjalanan, proses pemulihannya harus diganti dengan tidur minimal selama 30 menit.

Untuk hidrasi dan nutrisi, bisa dihitung ahli gizi agar asupan pemain maksimal. ’’Cold immersion (terapi air es, Red) bisa dijadwalkan setiap selesai pertandingan. begitu juga dengan kompresi,’’ paparnya.

Baca juga: Persebaya Masih Bingung Cari Tempat Berlabuh

Karena itu, Shopia menyebut, ideal atau tidaknya waktu recovery yang ada di Liga 1 saat ini bergantung jadwal atlet masing-masing. Harus dicatat berapa jam perjalanan darat, berapa lama berhenti, ada program apa saja di antara perjalanan, bisa tidur berapa jam, dan banyak hal lain.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : rid/c17/ttg



Close Ads