Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 24 November 2018 | 00.34 WIB

Gaji Belum Dibayar, Pemain PSM U-19 Terpaksa Batal Pulang Kampung

Skuad PSM U-19 sudah tersingkir di ajang Liga 1 U-19 2018. - Image

Skuad PSM U-19 sudah tersingkir di ajang Liga 1 U-19 2018.

JawaPos.com - Perjalanan PSM Makassar dalam mengarungi kompetisi Liga 1 U-19 telah berakhir. Juku Eja junior tidak berhasil menembus sengitnya persaingan hingga putaran selanjutnya. Tak disangka, kondisi itu ternyata berimbas buruk terhadap dua pemain pilar PSM U-19.


Adalah Roni dan Riko yang hingga kini masih menunggu gaji yang sudah dua bulan belum mereka terima. Dua pemain asal Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), ini hanya bisa pasrah setelah hasil keringat dan kerja kerasnya memperkuat PSM dalam kompetisi Liga 1 U-19 belum terbayarkan.


Oleh manajemen PSM, kedua pemain dari pelosok Kupang ini dikontrak dari Juni hingga Desember 2018. Sesuai kontrak, setiap bulannya mereka akan menerima gaji sebesar Rp 2,5 juta.


Sayang, dalam perjalanannya, gaji itu hanya dibayarkan manajemen untuk tiga bulan awal. Dari Juni hingga Agustus saja. Bahkan, pada Agustus keduanya hanya menerima panjar Rp 1 juta saja. Bukan gaji penuh sesuai kontrak.


"Jadi masih ada dua bulan yang belum kami terima. Belum ditambah sisa yang sempat dipanjar. Untuk dua bulan ke depan belum ada kejelasan sampai sekarang," keluh Riko, saat berbincang kepada awak media di Makassar, Jumat (23/11).


Gaji bulan September dan Oktober yang belum terbayarkan totalnya mencapai Rp 5 juta per orang. Jika ditambah dengan gaji Agustus yang baru dipanjar 1 juta rupiah, maka total gaji yang belum dibayar mencapai Rp 6,5 juta per pemain hingga Oktober.


Pemain yang berposisi sebagai bek kiri itu mengaku telah beberapa kali mengadukan soal tunggakan gaji tersebut. Namun, menurut mereka, manajemen sama sekali tak bisa memberikan kejelasan.


"Kalau sudah ada uang gaji itu. Rencana kita mau pakai pulang kembali ke kampung. Tapi sampai sekarang belum ada, jadi kami tinggal sementara di mess. Tidak tahu, sudah dua minggu begini. Makan juga tidak teratur karena teman-teman pemain yang lain sebagian ada yang sudah pulang, karena mereka tinggal ada yang di Makassar juga," terang Riko.


Keduanya saat ini memang masih bertahan di lokasi yang dijadikan sebagai tempat tinggal sementara pemain PSM U-19 di Jalan Amanagappa, Kota Makassar. Sembari menunggu kejelasan terkait hak berupa gaji harusnya sudah dibayarkan oleh manajemen.


Terpisah, pendamping sekaligus Koordinator Sekolah Sepak Bola (SSB) Kupang untuk dua pemain ini, Kadiaman Indra mengaku, telah berupaya semaksimal mungkin untuk berkoordinasi dengan manajemen PSM. Khususnya soal penyelesaian pembayaran gaji kedua anak asuhnya.


"Mereka bilang sementara sabar. Jadi kita menunggu hampir dua minggu. Padahal anak-anak ini sudah mau pulang, kasihan. Untuk ongkos tiket saja ke sana kita tidak cukup. Kita menuggu saja," tambahnya.


Sejauh ini, pihak manajemen PSM U-19 belum memberikan keterangan sekaligus tanggapan terkait gaji dua pemain yang belum terbayarkan hingga saat ini. 

Editor: Agus Dwi W
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore