
Guilherme Batata (kiri) saat bermain bersama Atletico Paranaense. Batata pernah dikenai larangan bermain setahun di Liga India
JawaPos.com - PSS Sleman belakangan dikaitkan dengan pemain asing asal Brasil bernama Guilherme Batata. Dia berposisi sebagai gelandang. Super Elang Jawa memang tengah berencana mendatangkan pemain asing lagi untuk memperkuat skuad. Satu nama yang mencuat adalah Batata.
Saat ini, PSS baru memiliki dua legiun asing yakni Alfonso de la Cruz dan Brian Ferreira. Artinya, masih ada dua slot yang tersisa.
Meski santer dikaitkan dengan Batata, PSS diminta untuk berhati-hati dan tidak membeli kucing dalam karung perihal pemain asing baru. Batata memang nama baru di kancah sepak bola Indonesia. Dia lahir di Uberaba, Brasil, pada 2 Mei 1992. Artinya, usianya masih tergolong emas.
Terakhir dia berkiprah di India bersama Gokulam Kerala. Sebelumnya pada 2017-2018, Batata bermain di Malta bersama Hamrun Spartans. Di tanah kelahirannya, Batata yang memiliki nama lengkap Guilherme Felipe de Castro, bermain bersama Atletico Paranaense, Uniao Barbarense, Ferroviaria, Guaratingueta, Luverdense, dan Oeste.
Meski berasal dari Brasil, secara kualitas Batata belum terbukti. Selain itu, Batata memiliki catatan buruk saat membela Gokulam Karala. Dia meludahi wasit saat bertanding melawan Shilong 22 Februari lalu. Akibatnya, Batata dihukum larangan bermain selama satahun oleh federasi Liga India.
Hal itulah yang menjadikan alasan Batata memutuskan untuk mengadu nasib dan hijrah ke Indonesia. Dari Instagram pribadinya, dia menuliskan ingin membuktikan diri menjadi lebih baik di PSS. “Mungkin mereka pikir saya gila, tapi saya akan membuktikan pada mereka. Saya sudah melewati pengalaman itu dan siap dengan tantangan baru,” tulisnya Selasa (19/3), seperti dilansir Radar Jogja (Jawa Pos Group).
Sementara itu, pelatih PSS, Seto Nurdiyantara dan manajemen belum mau berkomentar tentang perangai Batata tersebut. Di sisi lain, andai benar-benar dikontrak, kedatangan Batata diprediksi mengancam eksistensi pemain asal Sleman, Wahyu Sukarta. Bahkan, tersiar kabar Wahyu akan dipinjamkan ke tim lain untuk menambah jam terbang.
Tak hanya itu, di skuad Super Elang Jawa saat ini bercokol sejumlah pemain muda. Sebut saja, Irkham Mila, Sidik Saimima, dan M Zamzani. Sementara itu, PSS sendiri butuh pemain yang memiliki jam terbang untuk bisa bersaing di Liga 1.
Seto sendiri mengatakan, sampai saat ini belum ada opsi peminjaman. Tapi bila ada tim yang memberikan dia kesempatan bermain reguler tentu akan baik.”Artinya keputusan peminjaman atau tidak, ada di manajemen,” beber Seto.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
