
Photo
JawaPos.com – Membina sepak bola tidak bisa dilakukan dengan cara instan. Diperlukan sebuah proses yang memakan waktu panjang. Bahkan, benih yang ditanam saat ini baru bisa berbuah matang setidaknya dalam lima tahun ke depan.
Sekretaris Asprov PSSI Jawa Timur (Jatim), Amir Burhannudin mengingatkan, peningkatan prestasi di sepak bola tidak bisa dilakukan dalam semalam. Butuh waktu yang lama dan proses yang panjang.
Menurut dia, Indonesia harus mencontoh tim sepak bola Jerman. Der Panzer merupakan salah satu kesebelasan terbaik di dunia. Akan tetapi, mereka sebelumnya sempat jatuh bangun khususnya saat mengalami kegagalan di Euro 2000 dan Euro 2004 lalu. Berkaca dari itu, Jerman langsung menjadikan hal tersebut sebagai titik balik untuk berbenah.
Hasilnya pun positif. Jerman berhasil menjuarai Piala Dunia 2014 dan Piala Konfederasi 2017. Hebatnya lagi, mereka mengandalkan skuad yang berbeda di kejuaraan tersebut. Artinya, Jerman saja yang sudah dikenal sebagai negara adidaya di sepak bola, butuh waktu hampir satu dekade untuk bangkit dan berprestasi lagi.
Hal sama dilakukan Timnas Spanyol. Setelah bertahun-tahun tidak juara, Spanyol akhirnya mencetak rekor dengan merebut trofi Euro 2008, Piala Dunia 2010, dan Euro 2012. Berbagai lini mereka perbaiki mulai dari akademi sepak bola, sistem pelatihan, serta fasilitas yang memadai. Hasilnya, Spanyol tak pernah kehabisan pemain-pemain bertalenta.
“Yang harus dicatat adalah masa depan sepak bola kita itu tergantung fondasi yang ditancapkan saat ini. Hasilnya akan terlihat dalam lima tahun ke depan,” jelas Amir kepada JawaPos.com, Jumat (19/4) pagi.
Untuk menjadi negara super di bidang sepak bola, PSSI sebagai induk organisasi harus mampu menciptakan kompetisi yang beriklim positif. Sebab, prestasi Tim Nasional erat kaitannya dengan kompetisi domestik.
“Prestasi Timnas senior sangat tergantung bagaimana iklim kompetisi level tertinggi di Indonesia. Maka tahun ini adalah tonggak perbaikan kompetisi level tertinggi di Indonesia,” urainya.
Sejauh ini prestasi tim muda Indonesia memang pantas diacungi jempol. Timnas U-16, Timnas U-19, dan Timnas U-22 sudah meraih gelar juara meski hanya di level Asia Tenggara. Kini PR besar dimiliki PSSI untuk mempersiapkan timnas senior. Sebab sejauh ini timnas senior Indonesia masih belum bisa menyamai prestasi junior-juniornya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
